nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Buat Bisnis Hotel Babak Belur di Kuartal Pertama

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 10:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 09 470 2196489 virus-corona-buat-bisnis-hotel-babak-belur-di-kuartal-pertama-8xcFGlPdAt.jpg Hotel (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona (covid-19) membuat bisnis hotel di tanah air babak belur. Bahkan ada beberapa hotel di kota besar Indonesia yang harus tutup sementara karena virus corona.

Senior Associater Colliers Internasional Indonesia Ferry Salanto mengatakan, bisnis hotel menjadi salah satu yang paling terdampak oleh virus corona. Hal tersebut terjadi semenjak pemerintah menutup akses bagi turis asal China ke Indonesia.

"Kita lihat secara global hotel paling terkena risiko. Namun untuk bisnis hotel masih ada waktu. Ada warga yang memilih isolasi nyaman, misalnya di hotel," ujarnya, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Hotel Grand Cempaka Business Ditunjuk Jadi Tempat Tinggal Sementara Petugas Medis

Ferry menjelaskan, untuk hotel di Jakarta, dampak virus corona di bulan Februari sebenarnya belum terlalu terasa. Meskipun, ada beberapa perusahaan yang melibatkan mitra asing ini muali ada pembatalan.

Namun, penurunan okupansi hotel di Jakarta mula terasa pada Maret saat pemerintah mengumumkan kasus pertama covid-19 yang terjadi di Indonesia. Seketika, banyak pembatalan yang dilakukan di sejumlah hotel di ibu kota.

"Namun dilihat dari Avarege Daily Rate (ADR) perhotelan sudah ada keliatan penurunan , makanya banyak hotel memberikan diskon-diskon," ucapnya.

Baca juga: Okupansi Hotel dan Restoran di Malang Merosot Imbas Merebaknya Korona

Sementara untuk hotel yang ada di Bali, mengalami penurunan semenjak pemerintah menutup penerbangan dari dan menuju China. Hal ini sangat berpengaruh mengingat China merupakan menjadi top 3 market di Bali.

Kemudian pada Maret, okupansi hotel di Bali semakin mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena para wisatawan domestik pun memilih untuk berdiam diri di rumah dan enggan pergi berlibur.

Tingkat okupnasi hotel di Balik tercatat menurun hampir 30% secara month to month (MtM) pada Februari. Sementara untuk tingkat rata-rata harga hotel di Bali juga secara bulanan mengalami penurunan dari USD120 menjadi USD80.

"Di Bali, tingkat hunian turun seiring dengan penurunan wisatawan dari mancanegara terutama dari Tiongkok dan Australia," kata Ferry.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini