15 Miliarder Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Widi Agustian, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 320 2197027 15-miliarder-indonesia-masuk-daftar-orang-terkaya-dunia-DCD6N1ja2p.jpg R Budi Hartono. (Foto: Forbes)

JAKARTA - Sebanyak 15 miliarder Indonesia berhasil masuk dalam daftar orang terkaya dunia. Forbes merilis daftar orang terkaya yang berisikan 2.095 miliar.

Berikut ini adalah miliarder Indonesia dalam daftar orang terkaya di dunia:

1. Robert Budi Hartono, USD13,6 miliar

Budi Hartono dan saudaranya Michael Hartono merupakan dua orang paling kaya di Indonesia.

Sumber kekayaan dari laki-laki berusia 79 tahun ini adalah dari sektor perbankan dan tembakau (PT Djarum). Dua bersaudara ini mendapatkan dua pertiga kekayaannya dari investasinya di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

2. Michael Bambang Hartono, USD13 miliar

Michael yang kini berusia 80 tahun menempati peringkat kedua setelah adiknya yang menduduki peringkat pertama dalam daftar orang terkaya Indonesia. BCA merupakan sumber utama kekayaan dua bersaudara ini.

(Bambang Hartono)

Baca juga: 11 Tahun Berturut-turut, Bos Djarum Kembali Jadi Rajanya Orang Terkaya RI

3. Sri Prakash Lohia, USD4,3 miliar

Sri Prakash yang berusia 67 tahun ini mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari perusahaannya Indorama, yang bergerak di sektor petrochemical.

Bersama ayahnya, dia datang ke Indonesia dari India pada 1970. Mereka lalu mendirikan Indorama.

4. Tahir, USD4,1 miliar

Tahir yang kini berusia 68 tahun merupakan pendiri Mayapada Group. Perusahaan dengan sejumlah bisnis di dalamnya, termasuk bank, rumah sakit, hingga real estat.

Putrinya, Grace merupakan presiden komisaris dari Propertindo Mulia Investama, perusahaan properti yang tercatat di bursa efek pada 2018. Keluarga Tahir merupakan pemegang saham utama dari perusahaan ini.

5. Prajogo Pangestu, USD3,5 miliar

Prajogo Pangestu memiliki bisnis di sektor petrochemical. Awalnya, pria yang kini berusia 75 tahun merupakan pengusaha kayu pada yang memulai bisnisnya di era 1970.

 

(Prajogo Pangestu/Forbes)

Perusahannya, PT Barito Pacific Timber melantai di bursa efek pada 1993, dan kemudian berubah menjadi PT Barito Pacific setelah menghapus bisnis kayu dari bisnis inti perusahaan pada 2007.

6. Chairul Tanjung, USD3,1 miliar

(Chairul Tanjung/Okezone)

Konglomerasi milik Chairul Tanjung, CT Corp dikenal sebagai penerbit kartu kredit, pemilik hipermarket dan memiliki bisnis stasiun TV.

Bisnis ritelnya pria berusia 57 tahun ini berada di bawah Trans Retail, yakni Carrefour dan Transmart.

7. Martua Sitorus, USD1,8 miliar

Martua yang kini berusia 60 tahun mendirikan Wilmar bersama dengan Kuok Khoon Hong pada 1991. Martua mundur dari manajemen Wilmar pada Juli 2018. Wilmar merupakan trader palm oil terbesar di dunia.

 

8. Mochtar Riady, USD1,7 miliar

(Mochtar Riady/Forbes)

Mochtar Riady yang kini berusia 90 tahun merupakan pendiri Lippo Group. Kini, konglomeras tersebut dijalankan oleh putranya, James dan Stephen.

Lahir di Jawa, Mochtar membuka toko sepeda pada usia 22 tahun dan akhirnya berhasil menjadi bankir sukses usai krisis 1997.

9. Peter Sondakh, USD1,6 miliar

Peter Sondakh merupakan pimpinan dari Rajawali Corpora, perusahaan investasi yang dia dirikan pada 1984. Sejumlah portofolio bisnisnya meliputi hotel, media dan tambang.

Pria berusia 70 tahun ini merupakan pemilik Four Season Hotel di Jakarta, provider internet service Velo Network dan stasiun TV Rajawali Televisi.

10. Murdaya Poo, USD1,2 miliar

Murdaya merupakan pendiri Central Cipta Murdaya, yang memiliki investasi di sektor palm oil, plywood manucaturer, engineering dan IT.

Pria berusia 79 tahun ini merupakan pemilik Jakarta International Expo (JIC), salah satu convention center terbesar di Indonesia.

11. Theodore Rachmat, USD1,2 miliar

Pria yang juga akrab disapa Teddy ini mendirikan Triputra Group pada 1998. Kini, perusahaan ini memiliki empat bisnis inti, termasuk agribisnis, manufaktur dan tambang.

Teddy yang kini berusia 76 tahun ini memiliki saham minoritas di Adaro Energy, di mana dia menjadi wakil komisaris utama.

Baca juga: 12 Miliarder Indonesia yang Naik Kelas dalam Daftar Orang Terkaya Dunia

12. Djoko Susanto, USD1,2 miliar

Djoko yang kini berusia 70 tahun merupakan CEO dari Alfa Supermarket, yang memiliki gerasi sebanyak 16.000 di seluruh Indonesia.

Divisi propertinya Alfaland mengoperasikan Omega Hotel Management.

13. Sukanto Tanono, USD1,2 miliar

Sukanto yang berusia 70 tahun merupakan pemilik Royal Golden Eagle yang memiliki bisnis pulp and paper, palm oil dan energi.

Salah satu perusahannya mililnya, Bracell merupakan produsen terbesar cellulose, yang dipergunakan untuk segala macam baby wipes hingga es krim.

14. Low Tuck Kwong, USD1,1 miliar

Low Tuck Kwong dikenal sebagai raja batubara atau coal king. Pria berusia 71 tahun kelahiran Singapura ini merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan batubara di Indonesia.

Dia juga pemilik perusahaan perlayaran asal Singapura, Manhattan Resourcess. Selain itu, dia juga memiliki sejumlah saham di The Farrer Park Company, Samindo Resources dan Voksel Electric.

15. Winarko Sulistyo, USD1,1 miliar

Winarko yang berusia 74 tahun merupakan pemilik 44% saham dari produsen kemasan kertas Fajar Surya Wisesa yang telah tercatat di bursa efek.

Pada Mei 2019, dia menjual sebanyak 45% sahamnya kepada Thailand Siam Cement senilai USD557 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini