Share

ADB Tambah Paket Bantuan untuk Covid-19 Jadi USD20 Miliar, Ini Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 April 2020 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 320 2198603 adb-tambah-paket-bantuan-untuk-covid-19-jadi-usd20-miliar-ini-rinciannya-lAwiFrKsrs.jpg Dolar (Reuters)

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menaikan jumlah paket bantuan untuk merespons dampak virus Corona atau Covid-19. Adapun paket bantuan tersebut dari USD6,5 miliar menjadi USD20 miliar.

Mengutip keterangan tertulis ADB, Jakarta, Senin (13/4/2020), paket baru ini akan dipergunakan antara lain untuk menyiapkan Opsi Respons Pandemi COVID-19 di bawah Countercyclical Support Facility ADB.

 Baca juga: ADB Naikkan 3 Kali Lipat Paket Respons Covid-19 Jadi USD20 Miliar

Pembiayaan bernilai hingga USD13 miliar akan disalurkan melalui opsi baru ini untuk membantu menjalankan program belanja kontra siklus yang efektif demi meredam dampak pandemi COVID-19, dengan fokus utama kepada kelompok miskin dan rentan. Sumber daya hibah akan tetap disalurkan dengan cepat dan menggunakan sistem pengadaan yang diperluas, agar dapat menyediakan alat-alat medis, alat pelindung diri, serta pemenuhan kebutuhan lainnya.

Sekira USD2 miliar dari paket $20 miliar tersebut akan disediakan bagi sektor swasta. Pinjaman dan jaminan akan diberikan kepada lembaga keuangan guna menggairahkan kembali perdagangan dan rantai pasokan.

 Baca juga: Lawan Virus Corona, ADB Hibahkan Rp48 Miliar untuk Indonesia

Pinjaman pembiayaan mikro yang diperkuat dan bantuan jaminan, serta fasilitas untuk membantu usaha kecil dan menengah yang kekurangan likuiditas, termasuk bagi usaha yang dijalankan oleh wirausahawan perempuan, akan dilaksanakan bersamaan dengan pembiayaan langsung untuk perusahaan yang merespons atau yang terdampak oleh COVID-19.

Paket respons ini diikuti dengan sejumlah penyesuaian pada kebijakan dan proses bisnis ADB, agar ADB dapat merespons krisis ini secara lebih cepat dan fleksibel. Hal ini termasuk serangkaian langkah perampingan proses bisnis internal, perluasan cakupan dan tingkat kelayakan untuk berbagai fasilitas bantuan, serta penyesuaian syarat dan ketentuan peminjaman.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini