JAKARTA - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah-daerah.
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kemendesa (Balitfo) mencatat mayoritas kepala desa yang tersebar di 31 provinsi Indonesia mutlak menolak kegiatan mudik Lebaran tahun 2020.
Baca Juga: Sadar Bahaya Covid-19, 56% Masyarakat Tidak Mudik Lebaran
Hal itu tercatat pada polling kepada Kepala Desa di daerah-daerah terkait masyarakat apakah perlu yang berada di zona merah Covid-19 mudik pada Lebaran tahun ini.
Kepala Pusat data dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menyebut ada 3.931 kepala desa di 53.808 desa yang mayoritas penduduknya muslim. Survei dilakukan pada 10-12 April 2020. Dari total kepala desa yang disurvei sebesar 1,32% margin error.
"Jadi, ada 89,75% kepala desa tak setuju warganya mudik. Aspirasi Kades perlu didengar terutama oleh perantau yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020," ujar dia, Selasa (14/4/2020).
Baca Juga: Survei Kemenhub: 56% Warga Jabodetabek Tidak Mudik pada Lebaran 2020
Menurut dia, hasil survei tersebut, diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat perantau dalam memutuskan tradisi mudik Lebaran yang sudah berjalan setiap tahunnya.
"Aspirasi kepala desa untuk didengar oleh warga desa yang sedang dirantau, yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020," ungkap dia.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.