nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasib Ibu Kota Baru saat Covid-19, Menko Luhut: Masih Jalan di Tempat

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 19:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 14 470 2199196 nasib-ibu-kota-baru-saat-covid-19-menko-luhut-masih-jalan-di-tempat-jvrh1f57oC.jpg Ibu Kota Pindah (Shutterstock)

JAKARTA - Jauh sebelum Covid-19 menimpa Indonesia, Presiden Joko Widodo berencana melakukan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Lantas, bagaimana nasib kelanjutannya?

Kemenko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, hingga saat ini pemerintah masih fokus kepada penanganan Covid-19. "Belum berpikir ke situ. Boro-boro mikir ke situ," ujar Menko Luhut, dalam telekonferensi, Selasa (14/4/2020).

 Baca juga: Ada Wabah Corona, Nasib Pemindahan Ibu Kota Baru di Tangan Presiden Jokowi

Sebelum adanya wabah Covid-19, sejumlah investor telah melirik megaproyek tersebut, antara lain Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pemerintah berencana untuk membentuk dana abadi atau Sovereign Welth Fund (SWF) bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA). Rencananya, pembentukan dana abadi dengan Uni Emirat Arab (UEA) ini akan difinalisasi awal tahun.

"Abu Dhabi ada nilai investasinya, kita tanggapi saja. Kita lihat dahulu. Sekarang kita masih fokus ke covid-19. Jadi ya, jangan berita di-twist. Memang belum diapa-apakan, jalan di tempat," jelas Menko Luhut.

 Baca juga: Ada Virus Corona, Proses pemindahan Ibu Kota Baru Dipastikan Tetap Jalan

Pemerintah telah menunjuk Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) sebagai Dewan Pengarah pembangunan Ibu Kota Baru. Meskipun menjadi dewan pengawas namun, Sheikh MBZ akan berada di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo. Nantinya, Sheikh MBZ akan memiliki dua anggota di dalamnya.

Sebelumnya, ramai pemberitaan mengenai pembangunan Ibu Kota Negara yang tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, yang menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam memprioritaskan anggaran.

"Presiden belum memutuskan. Mungkin nanti akan dievaluasi atau bagaimana, kita tidak tahu," ungkapnya.

Terkait progress pembangunan Ibu Kota Negara, hingga saat ini hanya sebatas menjaga komunikasi dengan para calon investor saja. Sesuai instruksi dan arahan Presiden, APBN 2020 diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Bahkan sangat memungkinkan juga untuk menunda proyek IKN ini sampai situasi kondusif.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini