Erick Thohir Tugasi BUMN bidang Pertahanan Produksi Ventilator Lokal

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 320 2200517 erick-thohir-tugasi-bumn-bidang-pertahanan-produksi-ventilator-lokal-W9Lho7JnBH.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menugasi tiga BUMN, PT LEN (Persero), PT Pindad (Persero), PTDI (Persero) untuk memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator. Keberadaan alat kesehatan ini pun sangat penting dalam penanganan corona.

Selain itu, Kementerian BUMN juga menunjuk PT Indofarma untuk menyerap dan mendistribusikan produksi ventilator yang nantinya sudah diprodukai ketiga BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ketiga BUMN akan sinergi dengan perguruan tinggi seperti UI, ITS, ITB. Kemudian sinergi dengan BPPT dan Balitbang ESDM dan beberapa perusahaan swasta nasional, untuk membuat ventilator lokal.

Baca Juga: Negara Sebesar RI Bahan Baku Obat 90% Impor, Erick Thohir: Menyedihkan

"Saya kemarin coba kontak yang ada di industri pertahaan untuk coba sinergikan," ujar Erick, dalam keterangannya, Jumat (17/4/2020).

Erick melihat ketergantungan bahan baku obat dan alat kesehatan Indonesia dari luar negeri menjadi persoalan bagi bangsa ketika terjadi situasi yang tidak biasa, terutama saat pandemi corona.

"Seperti yang Presiden sampaikan, kita tidak bisa bergantung pada luar negeri, karena negara kita sangat besar. Saat ini, 90% bahan baku untuk industri obat kita dari luar negeri, demikian juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri," katanya.

Erick saat ini berupaya mengikis ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan dengan mendorong produksi lokal, bahkan di beberapa kesempatan, ia sudah berkali-kali menyampaikan, bahwa BUMN harus bisa mewujudkan food security (ketahanan pangan), energy security (ketahanan energi), dan health security (ketahanan kesehatan).

"Kalau hari ini kita impor 90%, tahun depan 70%, tahun depannya lagi 50%. Saya tidak anti impor, ada beberapa yang tidak bisa dilakukan, tapi yang kita bisa lakukan, harus bisa dilakukan,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini