Harga Minyak Makin Murah, Turun ke Posisi Terendah Sejak 2011

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 20 April 2020 09:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 20 320 2201781 harga-minyak-makin-murah-turun-ke-posisi-terendah-sejak-2011-QwXeU90WM5.jpg Harga Minyak (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA - Harga minyak mentah berjangka makin jatuh pada perdagangan kemarin. Harga minyak berjangka AS menyentuh level terenda sejak November 2001.

Harga minyak memperpanjang penurunan karena lemahnya permintaan di tengah pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 164.000 orang di seluruh dunia.

Pasar minyak berada di bawah tekanan karena serentetan laporan tentang konsumsi bahan bakar yang lemah dan perkiraan suram dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional(OPEC).

 Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik 0,5%, WTI Tetap di Level USD19,8/ Barel

Dalam pertemuan OPEC dengan sekutu, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari mulai Mei untuk membendung kelebihan pasokan yang meningkat karena pesanan tetap di rumah dan bisnis mengurangi permintaan bahan bakar.

Melansir Reuters, Senin (20/4/2020), kontrak berjangka bulan depan Mei turun 5,8% atau USD1,05, menjadi USD17,22 per barel. Kontrak itu berakhir pada hari Selasa, dan kontrak Juni, yang menjadi lebih aktif diperdagangkan turun 57 sen atau 2,3% menjadi USD24,45 per barel. Brent juga lebih lemah, jatuh 32 sen atau 1,1%, menjadi USD27,76 per barel.

Industri minyak telah dengan cepat mengurangi produksi dalam menghadapi perkiraan penurunan 30% permintaan bahan bakar di seluruh dunia. Pejabat Arab Saudi telah memperkirakan bahwa total pengurangan pasokan global dari produsen minyak bisa mencapai hampir 20 juta barel per hari, tetapi itu termasuk pemotongan sukarela dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Perusahaan eksplorasi dan produksi Amerika Utara telah memotong anggaran mereka sekitar 36% pada basis tahun-ke-tahun, menurut catatan dari James West, analis di Evercore ISI, sementara perusahaan internasional telah memotong anggaran sebesar 23%.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini