Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dilema PSBB, Disuruh WFH tapi Masih Banyak Pekerja ke Kantor

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |03:35 WIB
Dilema PSBB, Disuruh WFH tapi Masih Banyak Pekerja ke Kantor
Virus Corona (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai belum efektif menekan penyebaran virus corona. Sebab setiap harinya, pasien positif corona kian bertambah khususnya di DKI Jakarta.

Data per Senin 20 April 2020, pasien positif corona bertambah 185 orang menjadi 6.760 pasien. Sementara pasien sembuh bertambah 61 orang menjadi 747 pasien dan pasien yang meninggal bertambah delapan menjadi 590 orang.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, belum efektifnya PSBB karena masih ada beberapa perkantoran yang mengharuskan pekerjanya masuk ke kantor. Padahal, dalam PSBB diwajibkan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH).

Sementara, penerapan PSBB untuk transportasi sudah dilakukan masing-masing operator, seperti operator KRL hingga MRT.

Persoalannya ada di hulu, yaitu masih banyaknya pekerja yang bekerja di kantor," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta.

Dia menjelaskan, saat ini transportasi massal sudah mulai mengalami penurunan penumpang. Namun, untuk mempercepat hal tersebut memang harus ada upaya lebih untuk menekan angka perusahaan yang masih bekerja di kantor.

Baca Selengkapnya: PSBB Belum Efektif, Ketua Gugus Covid-19: Masih Banyak yang Bekerja di Kantor

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement