Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Krisis Pangan di Tengah Corona, Stok Beras hingga Lockdown

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |12:35 WIB
Ancaman Krisis Pangan di Tengah Corona, Stok Beras hingga Lockdown
Presiden Jokowi (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan agar pasokan pangan bisa dijaga di tengah pandemi virus corona (covid-19). Sebab, lembaga pangan dan pertanian dunia (FAO) sudah mengeluarkan himbauan jika virus corona bisa menyebabkan krisis pangan dunia.

Menurut Jokowi, ada beberapa faktor yang bisa membuat krisis pangan ini terjadi. Pertama adalah masalah stok beras yang terbatas sedangkan kebutuhan terus meningkat.

Baca juga: Ada PSBB, Ini Cara Belanja Kebutuhan dengan Aman

Menurut Jokowi, adanya pandemi corona ini membuat negara-negara produsen beras lebih mengutamakan pasokan di dalam negerinya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi krisis ini sejak dini, utamanya adalah ketersediaan beras.

"Ini hati-hati. setiap negara terutama negara-negara produsen beras akan lebih memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri, kebutuhan dalam negeri mereka," ujarnya dalam rapat terbatas virtual, Selasa (21/4/2020).

 Baca juga: Di Tengah PSBB, Presiden Jokowi Minta Pasokan Pangan Cukup Jelang Ramadan

Menurut Jokowi, ancaman lainnya adalah ada pada rantai pasok kebutuhan pangan. Adanya pandemi corona ini, pasokan kebutuhan pangan agak sedikit terganggu menyusul adanya kebijakan lockdown yang diterapkan di beberapa negara.

Apalagi, Indonesia sendiri masih membutuhkan impor pada beberapa komoditas pangan. Misalnya saja daging kerbau yang masih harus impor dari India, sedangkan negeri bollywood ini sedang menerapkan lockdown.

"Dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown. kebijakan lockdown juga pengaruhi rantai pasok bahan pangan ini," ucapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement