Kebingungan dan kepanikan para pengusaha seperti Andhika, Khotib dan para anggota Apindo maupun pelaku UMK lainnya, menurut Pepep sangat tidak berlebihan mengingat ketidakpastian ekonomi saat ini. Untuk itu ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah kongkret dalam upaya penyelamatan sektor usaha.
“Saya berharap pemerintah pusat maupun daerah secara kongkrit bukan sekedar wacana untuk segera memberikan stimulus kepada pengusaha. Stimulus ini penting agar para pengusaha bisa kembali melanjutkan usahanya. Keberadaan mereka sangat berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yakni warga masyarakat Lebak dan memiliki kontribusi terhadap pendapatan daerah,” tegasnya.
Demikian pula, stimulus harus segera diberikan kepada para pengusaha yang saat ini masih berjuang untuk tetap menjalankan roda perusahaanya agar bisa bertahan, segera diberikan insentif. “Insentif ini sifatnya sangat urgent untuk segera diberikan agar para pengusaha bisa survive. Misalnya, penundaan pajak, penundaan atau bahkan pembebasan perpanjangan izin, dan insentif lain yang mendukung mereka, jangan dipersulit” tegasnya
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dedi Rahmatullah mengatakan bahwa apa yang menimpa sektor usaha saat ini adalah sesuatu yang harus diterima karena merupakan imbas dari pandemi global. “Saya juga sudah memantau dan melakukan pendataan langsung ke lapangan. Memang ini kan bukan hanya terjadi di sini (Kabupaten Lebak), tapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Jadi mau gimana juga ya pasti rugi, jadi ditunggu saja sampai pandemi selesai,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.