Aturan Diterbitkan, Mulai Besok Mudik Dilarang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203943 aturan-diterbitkan-mulai-besok-mudik-dilarang-8L63Ks4m54.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan bersiap mengimplementasikan pelarangan mudik sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Hal ini sesuai juga dengan rampungnnya aturan pelaksana pelarangan mudik

Aturan pelarangan mudik dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Arif mengatakan, draft aturan pelarangan mudik sudah rampung. Bahkan sudah dilakukan harmonisasi dengan beberapa Kementerian dan Lembaga lainnya.

Baca Juga: Kemenhub Dirikan Titik Check Point di Perbatasan Jabodetabek Pantau Pelarangan Mudik

"Saya laporkan Permenhub ini sudah selesai. Sudah diharmonisasikan dengan sesuai pembuatan itu dengan Kementerian Hukum dan HAM dan Sekertariat Negara. Jadi sudah selesai dan nomornya pun sudah didapat yaitu Permenhub 25 tahun 2020," ujarnya dalam teleconfrence, Kamis (23/4/2020).

Aturan itu sendiri dikeluarkan pada hari ini yakni 23 April 2020. Aturan tersebut akan beralaku efektif bersamaan dengan start dari pelarangan mudik pada 24 April.

"Tanggal 23 april 2020 sudah booking dan minta nomor berita negaranya karena persyaratan suatu bisa diterima secara public itu dengan berita negara. Itu singkatnya," kata Umar.

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, ruang lingkup dari autarn tersebut yakni larangan sementara penggunaan sarana transportasi umum, baik untuk transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, serta kendaraan pribadi dan sepeda motor. Kendaraan yang disebutkan dilarang untukkeluar dan atau masuk wilayah PSBB atau pembatasan sosial berskala besar, wilayah zona merah penyebaran Covid-19, dan Jabodetabek atau wilayah aglomerasi lainnya yang telah ditetapkan pembatasan sosial berskala besar.

Namun, larangan tersebut dikecualikan untuk beberapa jenis angkutan atau kendaraan. Seperti angkutan logistik atau barang kebutuhan pokok dan kendaraan pengangkut obat-obatan, serta kendaraan pengangkut petugas, kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan juga mobil jenazah.

“Juga perlu kami tegaskan bahwa tidak ada penutupan jalan nasional maupun jalan tol, tetapi yang dilakukan adalah penyekatan atau pembatasan kendaraan yang diizinkan melintas atau tidak. Hal ini ditujukan untuk menjamin kelancaran angkutan logistik yang dibutuhkan ketersediaannya oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Adita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini