Jika Harga BBM Turun, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?

Jum'at 24 April 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204234 jika-harga-bbm-turun-bagaimana-dampaknya-ke-masyarakat-8jTcjVWsX8.jpg BBM (okezone)

JAKARTA - Di tengah harga minyak dunia anjlok, permintaan pun mengering secara global. Hal ini diakibatkannya karantina atau lockdown di berbagai negara untuk antisipasi virus Corona yang memperlambat pergerakan kegiatan ekonomi.

"Sampai dengan Maret kemarin, konsumsi minyak dunia itu sudah turun paling tidak sepertiganya karena minimnya aktivitas ekonomi, kegiatan transportasi," ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

 Baca juga: Alasan Pertamina Belum Juga Turunkan Harga BBM saat Anjloknya Minyak Dunia

Dirinya mengatakan, permintaan minyak sudah turun sangat cepat sekira 30-40%. Penurunan permintaan itu tidak diikuti dengan penurunan produksi minyak.

Namun, pakar energi itu menjelaskan bahwa harga BBM di Indonesia itu tidak sepenuhnya ditentukan oleh pasar, melainkan diatur oleh pemerintah. Kebijakan ini yang menetapkan BBM tersedia dengan satu harga di seluruh Indonesia, untuk menjaga daya beli masyarakat.

 Baca juga: Kapan Harga BBM Turun? Pertamina Tunggu Arahan Jokowi

Ia berpendapat bahwa penurunan harga BBM saat ini tidak banyak memberikan dampak bagi konsumen, mengingat di Indonesia sendiri konsumsi BBM sudah turun 40% di bulan Maret.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat di bulan April dan Mei dengan bertambahnya provinsi yang menerapkan partial lockdown, atau yang dikenal sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya, penurunan konsumsi BBM yang drastis dikarenakan mobilitas yang melambat.Hal ini membuat penurunan harga tidak banyak memberikan manfaat.

"Tapi juga kalau harga turun, ya tentunya mereka yang menggunakan kendaraan bermotor bisa membayar harga bahan bakar dengan lebih murah. Tapi secara akumulatif nggak membawa banyak dampak pada pengeluaran rumah tangga," tutur Fabby.

Lebih lanjut, Fabby mengingatkan kembali dinamika faktor permintaan dan penawaran yang memengaruhi harga minyak dalam mempertimbangkan jangka yang lebih panjang.

"Permintaan ini kan bisa dengan cepat naik ketika masa pandemi sudah mulai berakhir. Pasti konsumsi itu akan bertahap akan naik juga. Nah, kapan itu, bisa jadi setelah bulan Juni besok, di kuartal ke-III 2020, permintaan minyak itu akan kembali - mungkin tidak normal - tapi akan naik dan ini ada efeknya juga pada harga," kata Fabby.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini