Alasan Pertamina Belum Juga Turunkan Harga BBM saat Anjloknya Minyak Dunia

Jum'at 24 April 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 320 2204227 alasan-pertamina-belum-juga-turunkan-harga-bbm-saat-anjloknya-minyak-dunia-6uKDmJdZD8.jpg Pertamina (Okezone)

JAKARTA - Harga minyak global anjlok di tengah pandemi Covid-19 yang menyebabkan permintaan terus merosot. Patokan harga minyak Eropa, yaitu Brent Crude, turun menjadi sekitar USD16 (Rp249.248) per barel di pasar Asia - angka terendah selama lebih dari 20 tahun.

Sementara di Amerika Serikat, harga turun di bawah nol untuk pertama kalinya. Meskipun demikian, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia belum tentu bisa turun.

Baca juga: Bos Pertamina Blakblakan Belum Turunkan Harga BBM

Juru bicara Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan bahwa harga minyak dunia memang secara umum menjadi salah satu faktor penentu harga BBM di Indonesia. Namun, ia menambahkan bahwa minyak yang dimaksud itu hanyalah minyak mentah yang merupakan bahan baku untuk membuat BBM.

Pertamina menggunakan minyak tersebut untuk diolah lebih lanjut di kilang hingga menghasilkan BBM. Produk hasil tersebut baru akan tersedia bagi masyarakat dalam waktu beberapa bulan, sementara harga minyak yang berlaku adalah pada saat pembelian.

Baca juga: Kapan Harga BBM Turun? Pertamina Tunggu Arahan Jokowi

"Sebagian besar crude yang diolah Pertamina berasal dari dalam negeri, dan sebagian kecil dari impor," kata Fajriyah mengutip BBC Indonesia.

BBM hasil kilang lalu didistribusikan ke seluruh penjuru Indonesia. "Semua hal tersebut tercermin dalam formula yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi sebenernya BBM yang dinikmati di SPBU saat ini merupakan crude yang didapatkan Pertamina kurang lebih dua bulan yang lalu atau bahkan lebih," ujar Fajriyah.

Baca juga: Pertamina Buka Opsi Turunkan Harga Pertamax Cs

Pertamina mengatakan penetapan harga BBM, yang harus ditentukan oleh pemerintah, ditentukan oleh faktor lain termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Hal tersebut adalah karena minyak dibeli dengan dolar dan dijual ke masyarakat dalam harga rupiah.

"Faktor kurs dihitung karena impor kita mencapai 40 persen dari konsumsi BBM. Konsumsi BBM di Indonesia pun sebagian besar adalah BBM Subsidi dan Penugasan, yang harganya diatur oleh pemerintah," ujar Fajriyah.

Baca juga: Kapan Harga BBM Turun? Pertamina Tunggu Arahan Jokowi

Pada Rabu (22/4), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp15.567. Wewenang penurunan harga BBM ada pada pemerintah dan dapat diubah secara berkala.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini