JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memaparkan upaya pemerintah dalam menangani dampak virus corona, utamanya pada para pekerja di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan luar biasa dengan Menteri-Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan dari Negara Anggota G20 dan Engagement Group G20.
Dalam menghadapi pandemik Covid-19, Ida mengatakan untuk bidang ketenagakerjaan, pemerintah telah mengambil sejumlah tindakan atau langkah bagi rakyatnya. Dengan mengoptimalkan pelaksanaan Program Kartu Pra-Kerja (Pre-Employment Card) khususnya bagi pekerja yang terkena PHK melalui pemberian pelatihan dan dukungan finansial.
Memberikan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas bagi masyarakat terdampak; mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) melalui Program BLK Tanggap Covid-19 dalam rangka memitigasi dampak pandemik.
Baca Juga: Ribuan Peserta Kartu Pra-Kerja Tak Lolos karena Foto Buram atau Selfie Miring
Selain itu, pemerintah juga telah melakukan masifikasi program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja melalui padat karya dan kewirausahaan bagi pekerja terdampak, calon pekerja migran, pekerja migran Indonesia yang dipulangkan, dan pekerja UMKM; serta pendekatan-pendekatan penting lainnya.
"Kami berharap agar strategi-strategi ini dapat benar-benar memberikan dampak positif bagi upaya pemulihan pasar kerja, " ujar Ida, dalam ketarangannya, Jumat (24/4/2020).
Di tingkat nasional, Pemerintah Indonesia telah mulai memberikan stimulus finansial bagi sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, insentif pajak, termasuk restrukturisasi kredit serta pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah.