Makna Hari Kartini bagi Para Menteri Ekonomi Indonesia Maju

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 320 2204585 makna-hari-kartini-bagi-para-menteri-ekonomi-indonesia-maju-fttIYnBYrc.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Tanggal 21 April silam, penduduk Indonesia memperingati Hari Kartini. Di mana, seluruh perempuan di Indonesia memberikan semangat Kartini dalam kehidupan yang semakin maju ini.

Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia dalam hal kesetaraan dengan laki-laki. Di jaman sekarang, perempuan sudah harus mahir dalam hal pengelolaan keuangan, termasuk dalam hal investasi.

Selama beberapa generasi, perempuan identik dengan julukan menteri keuangan keluarga. Hal ini karena pengelolaan keuangan keluarga selama ini dikelola oleh perempuan atau ibu rumah tangga.

 Baca juga: Jaga Imunitas Tubuh, Sri Mulyani Olah Raga Melalui Video Conference

Apalagi, para pejabat negara pun turut merasakan berbagai perjuangan Kartini. Oleh karena itu, Jakarta, Sabtu (25/4/2020), berikut fakta-fakta Hari Kartini bagi para Pejabat Negara:

1. Sri Mulyani beri Semangat di Hari Kartini di saat WFH

Menteri Keuangan Sri Mulyani, dinding rumah tidak menjadi penghalang bagi Kartini untuk memperjuangkan dan peduli akan nasib perempuan dan anak-anak untuk maju. Perjuangan Kartini bisa dicontoh pada saat pandemi covid-19 saat ini.

Meski di rumah, you can always do good think for your family, your community and your country. Never try to find any excuses to do good things for others," tutur Sri Mulyani.

 Baca juga: Sambut Hari Kartini, 48% CFO di Indonesia Adalah Wanita

3. Hari Kartini di Mata Menaker Ida Fauziah

 

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah memberikan pesan mendalam bagi seluruh Kartini di Tanah Air. Manker berpesan agar para wanita harus kuat menjalankan perannya yang beragam.

"Menjadi perempuan itu indah. Kitalah yang melahirkan kehidupan, menyusui dan merawatnya. Dalam kehindan sehari-hari, kita bukan hanya hidup, tapi juga istri dan guru, perawat, juru masak, tukang bersih-bersih, sopir, bahkan tukang kebun. Perempuan juga mencari nafkah bagi keluarga," tegas Ida.

3. Apresiasi Menkeu ke Tenaga Medis di Tengah Covid-19

Sri Mulyani menyampaikan rasa kagumnya terhadap tenaga medis yang bekerja siang malam menghadapi ancaman Covid19. Di garis depan para tenaga medik dokter, perawat, pekerja rumah sakit - memiliki tugas mulia menyelamatkan jiwa manusia dengan risiko jiwa raga mereka sendiri.

"Ucapan Terima kasih dan penghargaan tidak akan mampu menebus jasa besar mereka yang telah membaktikan dirinya untuk menolong dan menyelamatkan nasib sesama manusia," kata Sri Mulyani.

4. Menaker Ida Fauziah Semangati para Ibu dan Kaum Perempuan di Tengah Covid-19

Menaker Ida Fauziah juga menyemangati para ibu dan kaum perempuan dalam situasi yang sedang prihatin akibat Covid-19 ini. Menurutnya, semua perempuan Indonesia menjadi Kartini.

"Sebab, lanjutnya, secara alamiah adalah pejuang dan kita akan memenangkan pertarungan ini, bersabarlah," ujarnya.

5. Sosok Kartini di Mata Menperin Agus Gumiwang

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang menyebut, ada beberapa sosok perempuan dalam jajaran kabinet yang dilihatnya sebagai Kartini modern. Kartini modern selalu mengedepankan prinsip hidup berjuang untuk good cost.

"Tetapi yang paling penting bagi saya, saya melihat ibu saya juga seperti seorang sosok Kartini di luar para wanita yang juga menjadi pionner atau champion di lingkungan masing-masing," ujar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini