Share

Sempat Goncang, Ekspor RI ke Korsel Mulai Pulih

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 27 April 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 320 2205566 sempat-goncang-ekspor-ri-ke-korsel-mulai-pulih-o4UbzaH3tI.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Kegiatan ekspor Indonesia tercatat mengalami penurunan selama pandemi covid-19. Namun, ekspor mulai pulih pada Maret 2020, salah satunya dari kegiatan ekspor rumput laut.

Menilik data dari Korea International Trade Association (KITA) terjadi penurunan ekspor Indonesia ke Korsel (YoY) sebesar 14,6% atau senilai USD2,11 miliar dibandingkan Maret 2019 yang mencapai USD2,47 miliar. Namun demikian, di tengah pandemi COVID-19, ekspor sepanjang Maret 2020 naik 1,4%(MoM) menjadi USD756,38 juta dari USD745,96 juta.

Baca juga: Ekspor Produk Perhiasan RI Berhenti Total akibat Corona

Kenaikan tersebut akibat peningkatan ekspor migas (MoM) sebesar 54,25%. Sementara ekspor nonmigas menurun sebesar 3,62%. Meskipun terjadi penurunan ekspor nonmigas, beberapa produk ekspor Indonesia ke Korea Selatan seperti produk kelautan justru mengalami sedikit peningkatan seperti rumput laut atau seaweed (HS 1212).

Pada Januari-Maret 2020, ekspor produk ini mencapai USD3,51 juta atau meningkat sebesar 11,6%(YoY). Khusus pada Maret meningkat 56,5% (MoM) yang mencapai USD910 ribu.

 Baca juga: Vietnam Evaluasi Kebijakan Ekspor Beras

"Walaupun Covid-19 melanda dunia, termasuk di Korea Selatan dan Indonesia, namun hal ini tidak menyurutkan ambisi Indonesia meningkatkan komoditas rumput laut. Hal ini juga sejalan dengan tetap tingginya permintaan produk makanan di tengah kondisi Covid-19,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dilansir dari laman Kemendag, Senin (27/4/2020).

Mendag menjelaskan, transaksi awal dari CV Sarana Multi Jaya sebagai eksportir dilakukan dengan pengiriman rumput laut sebanyak 1 kontainer 20 feet rumput laut kering senilai USD17.000. Ke depan, Mendag Agus mengharapkan transaksi ini diharapkan terus berlanjut.

“Eksportir ini merupakan UMKM perdagangan khusus hasil kelautan dan baru pertama kali melakukan ekspor sehingga dilakukan pendampingan oleh ITPC Busan dari pemasaran, pengapalan, sampai teknis pembayaran," tambah Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini