Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wameperin Pacu Daya Saing Ekspor Hasil Pengolahan Ikan

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |14:03 WIB
Wameperin Pacu Daya Saing Ekspor Hasil Pengolahan Ikan
Wamenperin (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan peningkatan daya saing industri pengolahan hasil perikanan Indonesia agar mampu memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk hasil laut.

Hal itu disampaikan Faisol saat melakukan kunjungan kerja ke PT Bumi Menara Internusa (BMI), salah satu perusahaan pengolahan hasil perikanan berorientasi ekspor di kawasan pergudangan Jalan Margomulyo, Surabaya, Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Faisol meninjau langsung proses produksi mulai dari penerimaan bahan baku, cold storage, hingga pengemasan produk beku yang siap diekspor ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang.

Faisol mengapresiasi PT BMI yang dinilai telah menerapkan standar mutu internasional, traceability, serta prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya. Perusahaan juga menggunakan teknologi cold chain dan kemasan yang dinilai efisien energi.

"Kami sudah meninjau dan melihat secara langsung proses pengolahannya dan saya mengapresiasi BMI yang sudah melakukan pengolahan sesuai standar internasional. Dan tentu saja upaya BMI ini sudah membantu pemerintah meningkatkan lapangan kerja dan devisa negara dari ekspor," ujar Faisol dikutip Jumat (28/8/2026).

Menurut Faisol, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk olahan hasil laut, terutama komoditas udang. Namun, dia mengakui Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara produsen seperti Ekuador dan India.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan rantai pasok dari sektor hulu hingga proses pengolahan agar ketersediaan bahan baku dapat terjamin dan segera diproses menjadi produk bernilai tambah.

"Tantangan kita harus bisa buat inline bahan baku dari hulu hingga ke proses pengolahan. Saat ini, kita masih kalah dari negara produsen udang, terutama budidaya udang. Kami minta, secara bersama-sama, memperbaiki teknis di hulu untuk bahan baku yang melimpah agar bisa diproses dengan cepat," tegasnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement