Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wameperin Pacu Daya Saing Ekspor Hasil Pengolahan Ikan

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |14:03 WIB
Wameperin Pacu Daya Saing Ekspor Hasil Pengolahan Ikan
Wamenperin (Foto: Okezone)
A
A
A

Faisol mengatakan penguatan sektor hulu menjadi penting untuk mendukung industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi ekspor. Menurutnya, ketersediaan bahan baku dengan kualitas dan kontinuitas yang terjaga akan meningkatkan kemampuan industri Indonesia bersaing di pasar global.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT BMI Aris Utama menyambut baik arahan serta dukungan pemerintah terhadap industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi ekspor.

Aris mengatakan kebijakan yang mendukung ekspor diyakini dapat mendorong perusahaan meningkatkan kapasitas produksinya hingga dua kali lipat.

"Saat ini kapasitas produksi mencapai 35 ribu ton per tahun dari tujuh pabrik BMI se-Indonesia. Kami mempekerjakan 15 ribu karyawan. Pabrik kami masih bisa meningkatkan produksi hingga 100 persen, karena saat ini kapasitas produksi 35 ribu ton hanya dari satu shift saja," kata Aris.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, PT BMI mencari pasokan hasil laut dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, Medan, dan Makassar. Perusahaan juga berupaya menjaga kesegaran hasil tangkapan serta kualitas bahan baku selama proses distribusi.

Selain menggunakan hasil tangkapan dari dalam negeri, PT BMI juga mengolah hasil laut dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan konsumen pasar internasional. Salah satunya ikan yang didatangkan dari Alaska untuk kemudian diolah di fasilitas produksi perusahaan menjadi produk siap saji dan siap ekspor.

PT BMI juga mengembangkan kemitraan dengan pembudidaya di sejumlah daerah, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Lombok, Sumbawa, Jawa Barat, Sumatera bagian selatan, dan Sulawesi.

"Saban hari kami membeli 150 ton udang dari petambak nasional," ujar Aris.

Untuk komoditas rajungan, PT BMI menjalin kemitraan dengan sejumlah sentra produksi, termasuk Cirebon, Jawa Barat. Kemitraan tersebut dilakukan melalui pembinaan untuk menjaga kualitas bahan baku sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerah pemasok.

Saat ini, seluruh produksi olahan hasil laut PT BMI ditujukan untuk pasar ekspor. Sekitar 80 persen ekspor perusahaan dikirim ke Amerika Serikat, sedangkan sisanya dipasarkan ke Jepang, Eropa, dan Tiongkok.

Komoditas utama yang diekspor PT BMI adalah udang dengan porsi sekitar 70 persen, disusul gurita, ikan, dan rajungan.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement