Penutupan ribuan villa dan hampir ratusan hotel ini lanjut Dewanti, sudah dilakukan selama dua minggu sepanjang bulan April 2020 ini. Tak menutup kemungkin penutupan akan kembali diperpanjang pada bulan Mei melihat laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Tinggal dua hari tunggu kajian dinas kesehatan nanti insya allah PHRI besok akan ketemu kita diskusi lagi. Kami akan menceritakan situasi kondisi kemudian akan dipikir sendiri oleh PHRI untung ruginya positif negatifnya,” jelasnya.
Meski demikian, sejauh ini pihaknya meng-klaim belum ada pemutusan hubungan kerja (PHK) para pegawai hotel yang ditutup tersebut.
“Belum dapat laporan kalau yang PHK dari dinas ketenagakerjaan belum ada, kalau di hotel biasa namanya outsorching, itu biasa perumahan pekerja itu biasa di hotel. Untuk pekerjanya kami data, jadi orang yang terdampak masuk skema bantuan,” pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.