Penutupan Hotel Bakal Diperpanjang Antisipasi Penyebaran Corona

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 320 2206753 penutupan-hotel-bakal-diperpanjang-antisipasi-penyebaran-corona-DoZsbNPvOn.jpg Penutupan Hotel Diperpanjang Antisipasi Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu mengisyaratkan akan memperpanjang penutupan hotel dan tempat penginapan yang ada, guna mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko menjelaskan, keputusan ini berkaca pada pasien positif corona pertama yang justru muncul adalah pekerja hotel yang diduga tertular dari tamu yang mengidap corona tanpa gejala. Hal ini membuatnya mengimbau pengusaha hotel akhirnya menutup hotel – hotel yang ada di Kota Batu.

“Pasien pertama didapat dari tamu hotel, itu yang kami sampaikan ke pengusaha hotel yang akhirnya mereka dengan sadar karena resiko itu mereka menutup. Dan ini kami perpanjang sampai akhir April,” ujar Dewanti Rumpoko ditemui awak media pada Rabu (29/4/2020).

Baca Juga: Kebutuhan Banyak, Jaktour Akan Tambah Penginapan untuk Tenaga Medis Virus Corona

Dewanti menambahkan, penutupan hotel dan sejumlah tempat – tempat wisata ini telah diputuskan berdasarkan rapat koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, tanpa ada Peraturan Walikota (Perwali).

“Tidak (ada) Perwali, kita hanya mengimbau dengan alasan seperti itu, bukan Perwali mereka sendiri yang menutup. Tidak ada yang masih buka, kita undang PHRI, PHRI memutuskan karena resikonya begini, mereka yang memerintahkan anggotanya menutup,” terangnya.

Mengenai jumlah hotel dan villa wisata yang ditutup, tercatat hampir ribuan dan ratusan hotel terkena imbas penutupan guna mengantisipasi adanya penyebaran corona. “Semuanya tutup, villa hampir ribuan. Kalau hotel mungkin sekitar 80-an lebih,” imbuhnya.

Penutupan ribuan villa dan hampir ratusan hotel ini lanjut Dewanti, sudah dilakukan selama dua minggu sepanjang bulan April 2020 ini. Tak menutup kemungkin penutupan akan kembali diperpanjang pada bulan Mei melihat laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Tinggal dua hari tunggu kajian dinas kesehatan nanti insya allah PHRI besok akan ketemu kita diskusi lagi. Kami akan menceritakan situasi kondisi kemudian akan dipikir sendiri oleh PHRI untung ruginya positif negatifnya,” jelasnya.

Meski demikian, sejauh ini pihaknya meng-klaim belum ada pemutusan hubungan kerja (PHK) para pegawai hotel yang ditutup tersebut.

“Belum dapat laporan kalau yang PHK dari dinas ketenagakerjaan belum ada, kalau di hotel biasa namanya outsorching, itu biasa perumahan pekerja itu biasa di hotel. Untuk pekerjanya kami data, jadi orang yang terdampak masuk skema bantuan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini