Melihat Likuiditas Bank BUMN di Tengah Gempuran Covid-19, Aman?

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 30 April 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 320 2207212 melihat-likuiditas-bank-bumn-di-tengah-gempuran-covid-19-aman-MljgR0XCYM.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual bersama bank-bank BUMN di antaranya BNI, BTN, BRI dan Bank Mandiri. Rapat kali ini membahas terkait dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso menyebut di tengah pandemi Covid-19 ini, kinerja keuangan bank BUMN masih tumbuh positif dari segi likuiditas maupun pertumbuhan kredit hingga Maret 2020.

"Likuiditas kami (Himbara), masih tercukupi di antaranya berdasarkan LDR (loan to deposit ratio) BRI pada level 90,39%, Bank Mandiri 94,91%, BNI 92,3% dan BTN 114,2%. Jadi sampai dengan Maret likuiditas bank Himbara masih baik," ujar dia pada telekonferensi, Kamis (30/4/2020).

Dia menjelaskan, untuk pertumbuhan aset secara keseluruhan bank BUMN masih tumbuh 7,09% dengan nilai Rp3.530 triliun. Seperti BRI tumbuh 5,82%, Bank Mandiri 9,15%, BNI 7,9% dan BTN hanya tumbuh 2,27%.

"Sementara dari sisi pertumbuhan kredit secara keseluruhan masih mampu tumbuh 11,03% diantaranya BRI tumbuh 9,38%, Bank Mandiri 14,84%, BNI 11,2%, BTN sebesar 4,59%," tandas dia.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keungan (OJK), mencatat likuiditas dan permodalan industri perbankan secara keseluruhan hingga Maret 2020 berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit terpantau di level 112,90%, di atas threshold 50%.

  Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini