Maknai May Day, Menaker: Situasi Tidak Gampang dan Tidak Ada Demonstrasi

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Mei 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 01 320 2207845 maknai-may-day-menaker-situasi-tidak-gampang-dan-tidak-ada-demonstrasi-8CXJhQYh3S.jpg Menaker Ida Fauziyah. (Foto: Okezone.com/Kemenaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memaknai Hari Buruh kali ini dalam situasi yang tidak mudah. Menurutnya perlu kebersamaan antara pemerintah, pengusasa dan pekerja untuk bersama melawan Covid-19. Ini momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan melawan Corona Virus Disease (Covid-19).

Di tengah pandemi Covid-19, Ida berharap peringatan May Day dapat memperkuat kebersamaan, persaudaraan, jiwa kebangsaan, alat pemersatu bangsa, dan meningkatkan ketahanan sosial untuk melawan Covid-19.

Baca Juga: Buruh: Terima Kasih pada Perusahaan yang Masih Berikan Gaji Walau Tidak Full

“May Day kali ini dilakukan dengan suasana berbeda dalam situasi tidak gampang sehingga tak ada perayaan, tak ada demonstrasi. Yang kita lakukan hari ini adalah mengambil hikmah dibalik May Day itu sendiri. Semangat perjuangan dan semangat membangun persatuan," ujar Ida, dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Dalam situasi sulit di tengah pandemi Covid-19, Menteri Ida menegaskan pemerintah perlu bergandengan tangan dengan pengusaha dengan tak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal serupa dilakukan dengan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) karena teman-teman pekerja merupakan pahlawan bagi keluarga dan pahlawan bagi perekonomian nasional.

“Kami, kita semua, tak ada pilihan kecuali bergandengan tangan. Dengan bergandengan tangan, Insya Allah kita bisa menang melawan Covid-19. Selamat May Day 1 Mei 2020. May Day Covid-19 go away. Paling penting, jaga kesehatan dan stay at home, “kata Menaker Ida.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini