Aktivitas Pabrik di Amerika Serikat Turun ke Level Terendah

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 02 Mei 2020 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 02 320 2208029 aktivitas-pabrik-di-amerika-serikat-turun-ke-level-terendah-gysoHaTKj9.jpg Aktivitas Pabrik di AS Turun. (Foto: Okezone.com)

WASHINGTON  - Aktivitas industri manufaktur Amerika Serikat (AS) menurun ke level terendah dalam 11 tahun pada April 2020. Virus corona menjadi malapetaka pada rantai pasokan dan membuat ekonomi anjlok ke dalam resesi.

Survei dari Institute for Supply Management (ISM) mencatat indeks aktivitas pabrik nasional turun ke 41,5 bulan lalu atau menjadi level terendah sejak April 2009 sebesar 49.

Penurunan bulanan dalam indeks ISM ini pun menjadi yang terbesar sejak Oktober 2008. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur, yang menyumbang 11% dari ekonomi AS.

Adapun penyebab turunnya aktivitas pabrik adalah perpanjangan waktu pengiriman pemasok biasanya dikaitkan dengan ekonomi yang kuat dan peningkatan permintaan pelanggan yang menjadi kontribusi positif. Tetapi dalam hal ini pengiriman pemasok menjadi lebih lambat karena pandemi corona.

Baca Juga: Ekonomi AS Turun 4,8% pada Kuartal I, Terburuk Sejak 2008

"Latar belakang untuk produsen sangat suram, dengan runtuhnya permintaan global, gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung, dan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Semuanya merupakan tantangan yang sangat signifikan," kata Ekonom Oxford Economics Oren Klachkin, dilansir dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks akan jatuh ke 36,9 pada April. Penurunan lebih kecil dari yang diperkirakan dalam indeks ISM disebabkan oleh lonjakan ukuran survei dari pengiriman pemasok ke pembacaan 76,0 bulan lalu dari 65,0 pada Maret.

Industri juga kian melemah karena jatuhnya pengeluaran konsumen pada Maret menjadi 30,3 juta pada jumlah orang Amerika yang telah mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran di enam minggu terakhir.

Penurunan indeks ISM di bawah ambang batas 42,8. Angka di atas level ini selama periode waktu yang lama dikaitkan dengan ekspansi ekonomi.

Ekonom percaya ekonomi memasuki resesi pada pertengahan Maret ketika pemerintah negara bagian dan lokal memberlakukan kebijakan untuk tinggal di rumah dan meninggalkan pekerjaan yang tidak penting. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini