Terpukul Covid-19, Industri Pariwisata Dunia Bisa Pulih pada 2023

Senin 04 Mei 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 320 2208721 terpukul-covid-19-industri-pariwisata-dunia-bisa-pulih-pada-2023-GoYGohhtwO.jpg Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Industri Pariwisata dunia merayakan tahun tersuksesnya pada enam bulan lalu. Namun masa kejayaan itu sirna saat pandemi corona menyebar di dunia. Sekarang sektor pariwisata hancur dan memerlukan pemulihan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Sebuah perusahaan data dan konsultasi Tourism Economics memperkirakan permintaan perjalanan global tidak akan pulih normal hingga tahun 2023.

Kalau akhirnya wisatawan kembali ingin bepergian, mereka akan menghadapi perubahan yang berupa mempertahankan jarak sosial dan langkah-langkah lain untuk menghilangkan ketakutan terhadap COVID-19, penyakit yang telah membunuh lebih dari 244.000 orang di seluruh dunia dan menjangkiti jutaan lainnya.

Baca Juga: Pandemi Corona, Kemenparekraf Dorong Pelaku Usaha Kreatif Go Digital

"Diperlukan waktu untuk menghilangkan ketakutan dari hati tiap orang, dan juga dari segi perekonomian," kata Pendiri Egypt Knight Tours Mahmoud Hadhoud dilansir dari VOA, Senin (4/5/2020).

Semua industri perhotelan seperti Hilton, Marriott dan Airbnb pekan lalu mengumumkan peningkatan prosedur pembersihan di seluruh dunia agar menenangkan pikiran pelancong. Hadhoud menghapus wisata kapal pesiar dan naik balon udara di Mesir dari paket-paketnya dan menggantinya dengan tur ke gurun barat Mesir yang luas, dimana para pelancong dapat menjaga jarak satu sama lain.

Baca Juga: Industri Pariwisata Diprediksi Kembali Booming Tahun Depan, Ini Faktanya!

Di Amerika, taman hiburan Universal Studios di Orlando, Florida, beberapa tim sedang menyusun skenario, termasuk memperluas lebih banyak ruang antara pengendara di roller coaster, kata John Sprouls, kepala petugas administrasi resor, dalam acara pertemuan virtual baru-baru ini untuk para pejabat pariwisata.

CEO Wynn Resorts, Matt Maddox mengatakan, perusahaan perhotelan dan casinonya bisa membersihkan dadu sebelum tiap kali penggunaannya, menempatkan lebih sedikit kursi di meja judi blackjack dan mesin slot yang kini sepi, di kasino-kasino di Las Vegas, Boston dan Makau.

Di negara bagian Texas, kabupaten-kabupaten dimana tercatat kurang dari lima kasus COVID-19 aktif dapat membuka kembali bisnisnya dengan kapasitas 50%, tetapi sebagian besar warga Texas yang tinggal di tempat-tempat yang masih banyak jumlah penularannya, pembukaan bisnis di sana dibatasi hingga 25%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini