Industri Pengolahan Daging Hadapi Tantangan Usai Sekolah dan Wisata Tutup

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 320 2209117 industri-pengolahan-daging-hadapi-tantangan-usai-sekolah-dan-wisata-tutup-ZMLLNohGdr.jpg Dampak Covid-19 pada Industri Pengolahan Daging. (Foto: Okezone.com/Heindependent)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri pengolahan daging menghadapi tantangan di tengah dampak pandemi Covid-19. Terjadi penurunan permintaan dari pedagang makanan yang berjualan di lokasi wisata, sekolah, atau tempat umum lainnya.

“Tetapi untuk permintaan dari konsumen rumah tangga cukup meningkat karena mereka bisa membeli secara online,” tutur Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim, dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Kemenperin mencatat, sektor industri pengolahan daging tumbuh mencapai 28,87% pada 2019, dengan volume produksi sebesar 242.791 ton. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2016 yang sebesar 188.391 ton.

Baca Juga: Buruh Status PDP Covid-19, Aktivitas Pabrik Harus Dihentikan

Selanjutnya, dari 35 unit usaha industri pengolahan daging yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 19.900 orang, dan menyuplai hingga 200.000 pedagang makanan olahan daging, termasuk para penjual bakso, burger, atau sosis.

Untuk itu, Kemenperin mengusulkan industri pengolahan daging dapat memperoleh kemudahan impor bahan baku dengan harga yang kompetitif. “Agar industri pengolahan daging kita semakin produktif dan berdaya saing, kami telah mengusulkan untuk diberi akses impor bahan baku daging secara langsung dan dipisahkan antara kebutuhan industri dengan kebutuhan konsumsi,” ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini