Meski berdampak lebih cepat dari perkiraan, tingkat pertumbuhan Indonesia ini masih relatif lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (0,3%), Korea Selatan (1,3%), Euro Area (-3,3%), Singapura (-2,2%), Tiongkok (-6,8%), dan Hong Kong (-8,9%).
Namun demikian, tingkat pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (3,8%). Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang merosot ke 2,84% dan investasi yang hanya tumbuh 1,70%.
Sementara itu, konsumsi ppemerintah masih tumbuh sebesar 3,74%, ekspor tumbuh sebesar 0,24% Ketika impor kontraksi sebesar -2,19%.
Merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Peningkatan konsumsi kesehatan, pendidikan, perumahan, serta perlengkapan rumah tangga, ternyata tidak mampu mengimbangi penurunan konsumsi pakaian, alas kaki, jasa perawatan serta transportasi dan komunikasi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.