JAKARTA - Harga emas jatuh dari level tertingginya pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) karena investor mulai melirik investasi aset berisiko ketika banyak negara membuka kembali ekonominya pasca kebijakan lockdown atasi virus corona. Tetapi gelombang stimulus dari bank sentral terus mendukung harga emas.
Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (9/5/2020), harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD1.704,53 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi USD1.722.56 sejak 27 April. Harga emas naik 0,3% selama minggu ini. Sementara, harga emas berjangka AS turun 0,7% ke USD1.713,90 per ounce.
Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah 20 Juta Warga AS Kehilangan Pekerjaan
Daya tarik investasi emas menjadi terbatas ketika data kehilangan pekerjaan di AS lebih rendah dibandingkan ekspektasi. Tercatat, 20,5 juta orang kehilangan pekerjaan selama April, lebih rendah dibandingkan perkiraan 22 juta orang. Dengan demikian, tingkat pengangguran menjadi 14,7%, lebih rendah dari pasar perkiraan 16%.
Namun, secara keseluruhan ekonomi AS mengalami penurunan paling tajam sejak Depresi Hebat. Ini menjadi bukti bahwa pandemi virus corona telah menghancurkan ekonomi AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 5% Jadi USD30/Barel
"Meskipun jumlah pekerjaan jelas dramatis,angka terburuk yang pernah kita miliki namun melihat sedikit optimisme bergerak maju dengan ekonomi AS dibuka kembali perlahan di sini," kata direktur perdagangan logam di High Ridge Futures David Meger.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.