Dahlan Iskan Usul Subsidi Listrik untuk Tutup Utang PLN

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 320 2211898 dahlan-iskan-usul-subsidi-listrik-untuk-tutup-utang-pln-KSIj2GL6Gm.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta agar uang subsidi listrik yang diberikan pemerintah tidak langsung masuk ke kas PLN. Hal ini untuk mengurangi beban politik yang ditanggung oleh PLN.

Dahlan Iskan menambahkan, nantinya uang subsidi ini bisa digunakan untuk menutup utang obligasi PLN baik di dalam maupun di luar negeri. Sehingga beban PLN untuk meminta subsidi untuk menutup keuangan negara setiap tahun bisa berkurang.

Baca Juga: Begini Cara Cegah Ubur-Ubur Tak Masuk PLTU Paiton

"Maka Agar beban politik tidak begitu tinggi ada baiknya PLN mulai bernegosiasi dengan DPR dan pemerintah sudahlah enggak usah ada subsidi yang masuk ke kas PLN. Tetapi langsung saja utang-utang PLN di obligasi asing," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (10/5/2020).

Menurut Dahlan Iskan, langkah ini juga bisa membantu keuangan PLN ketika membutuhkan pinjaman untuk proyek-proyek pembangkit baru. Karena, para investor pun mendapatkan jaminan pembayaran dari uang subsidi pemerintah yang berasal dari APBN.

Baca Juga: Gas Bumi untuk PLN Ditetapkan USD6/Mmbtu

"Dengan demikian yang memberikan pinjaman juga aman karena langsung mendapatkan pembayaran dari negara, PLN juga tidak bermanis-manis merayu rayu bertengkar dengan DPR itu memberikan subsidi ini," kata Dahlan Iskan

Mantan Direktur Utama PLN ini pun menyebut perseroan bisa melakukan perencanaan selama lima tahun. Sehingga setiap tahunnya, pemerintah tinggal mencairkan saja anggaran subsidi ke pasar obligasi yang bisa digunakan untuk operasional maupun proyek PLN.

Baca Juga: PLN Jamin Pasokan Listrik di Rumah Selama PSBB

"Dalam lima tahun itu diputuskan tahun depan berapa beban obligasi dan pinjaman luar negeri PLN yang ditanggung pemerintah yang diperbarui kontraknya langsung itu diambil alih oleh pemerintah. Secara psikologi akan lebih enak bagi PLN, bagi pemerintah bagi DPR," kata Dahlan Iskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini