Mentan Fokus Garap Rawa Gambut Jadi Lahan Sawah Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 320 2213590 mentan-fokus-garap-rawa-gambut-jadi-lahan-sawah-baru-AESs932mVZ.jpg Kementan Garap Lahan Gambut untuk Sawah Baru. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memfokuskan upaya mencetak lahan sawah baru di Indonesia. Salah satunya menggarap lahan gambut menjadi persawahan.

Syahrul mengatakan, pihaknya akan menangani 164.000 hektar (ha) untuk tahap pertama pencetakan sawah baru di Indonesia. Di mana Presiden Joko Widodo menargetkan ada 250.000-300.000 ha sawah baru.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Waspadai Negatifnya Kontribusi Tanaman Pangan

"Kementan siap melakukan penanganan khususnya pada lahan pengembangan di rawa gambut yang ada. Khusus rawan gambut memang kami fokus pada 164.000 ha dulu," ujarnya, usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Rabu (13/5/2020).

Menurut dia, alasan fokus mengerjakan rawa gambut lebih dulu, karena butuh penanganan ekstra dan perhatian khusus. Lahan ini juga berbeda seperti di Jawa yang konturnya dataran rendah atau gunung.

Baca Juga: BPS: Data Tunggal Produksi Pangan Disebar ke Kementan dan Bulog

"Izin (Menko Perekonomian) kita konsen di 164.000 ha penanganan dilahan rawa karena penanganan ekstra. Kemudian itu memang harus tersentuh kepemilikan dan ketersedian petani di lahan ekstensifikasi yang dikembangkan," tuturnya.

Selain mekanisasi penanganan lahan ini, Mentan juga menilai perlunya kesiapan petani, termasuk jumlahnya. Sebab, saat l64.000 sawah sudah diap, dibutuhkan ratusan petani untuk mengerjakannya.

"Kalau jumlah ratusan ribu itu tidak mudah. Untuk jumlah 1 ha itu minimal sekali ada dua sampai tiga. Kalau 100.000 artinya harus ada 200-300 orang dimukimkan di sana. Belajar dari kegagalan lalu adalah kita kurang petani, setelah selesai tanah ditinggal petani dan lahan tertinggal lagi. Jadi kita harus persiapan yang matang dan koordinasi dengan Pemda," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini