Share

Begini Hitung-hitungan THR yang Berhak Diterima Pekerja

Taufik Fajar, Okezone · Jum'at 15 Mei 2020 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 320 2214492 begini-hitung-hitungan-thr-yang-berhak-diterima-pekerja-NQDy8TAYsZ.jpg THR Wajib Diberikan Sesuai Amanat UU. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - THR alias tunjangan hari raya pasti sangat diharapkan oleh setiap pekerja. THR merupakan hal yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawannya.

Tetapi, sebenarnya bagaimana hitung-hitungan THR yang akan diterima oleh pekerja?

Baca Juga: Ini Isi Gugatan Buruh soal THR

Regulasi yang mengatur hal itu adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Dalam pasal 3, disebutkan mengenai besaran THR yang berhak diterima pekerja. Pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan, berhak mendapatkan satu bulan upah.

Baca Juga: Besok, Buruh Gugat Surat Edaran Menaker soal THR Dicicil

Sementara pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, diberikan THR secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan: (masa kerja : 12) x 1 bulan upah.

Berdasarkan pasal 2, pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerjanya. THR ini juga wajib diberikan oleh pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya, demikian termuat dalam pasal 5 ayat 4.

"Pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada Pekerja/Buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 4 dikenai denda sebesar 5% dari total THR Keagamaan yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban Pengusaha untuk membayar," demikian bunyi pasal 10 ayat 1.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini