Pelonggaran Transportasi di Tengah Pandemi, dari Sepi Penumpang hingga Syarat ke Luar Kota

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 320 2215143 pelonggaran-transportasi-di-tengah-pandemi-dari-sepi-penumpang-hingga-syarat-ke-luar-kota-t9o3mqUk9a.jpg KAI Operasikan Kembali Jadwal Kereta Api. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memberi kelonggaran untuk transportasi umum bisa beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun perlu diingat ini bukan berarti kebijakan pelarangan mudik dicabut, sebab orang-orang yang bisa berpergian memiliki persyaratan khusus.

Mulai dari bandara sampai pelabuhan diinstruksikan untuk mengutamakan protokol kesehatan. Hal ini supaya tidak ada antrean atau penumpukan penumpang.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik soal pelonggaran transportasi di kereta, pesawat hingga pelabuhan, Minggu (17/6/2020):

1. Operator Transportasi Diminta Antisipasi ke Datangan Penumpang

Kementerian Perhubungan meminta PT Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) lebih antisipatif terhadap jadwal kedatangan penumpang di Bandar Udara. Hal ini disampaikan terkait dengan adanya kejadian penumpukan penumpang penerbangan internasional yang tiba hampir bersamaan di terminal 3 Soekarno Hatta pada hari ini, Kamis 7 Mei 2020 siang hingga sore hari.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan no 18 tahun 2020, diwajibkan kepada seluruh operator bandara untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat termasuk dengan mengatur jaga jarak penumpang baik di saat keberangkatan maupun kedatangan di semua lokasi di bandara. Sebelumnya kami juga telah mengingatkan agar KKP yang berada di bawah Kementerian Kesehatan memberikan layanan yang lebih baik kepada para penumpang agar tidak terjadi antrian panjang”, demikian ditegaskan oleh Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto.

2. Bus AKAP Diberi Tanda Khusus

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberi izin khusus Angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di tengah pandemi virus corona. Bus tersebut pun akan diberikan tanda khusus.

Terkait penyediaan transportasinya, pada moda darat, Kemenhub menyiapkan Angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang akan diberi stiker bertanda khusus “Angkutan AKAP Terbatas Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19”.

3. Terbang Lagi, Garuda Cuma Angkut 40 Penumpang

Garuda cs hanya memperbolehkan angkut penumpang berkebutuhan khusus yang memenuhi syarat ditentukan, seperti surat tugas hingga surat negatif Covid-19. Lagipula pengoperasian moda transportasi ini bukan untuk mudik Lebaran. Hal ini sesuai surat edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020.

4. Syarat untuk Bisa Pergi ke Luar Kota

Mengutip dari Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 tahun 2020, dokumen yang harus disiapkan bagi mereka yang ingin ke luar kota karena ada kepentingan dinasi harus menunjukkan identitas diri. Dokumen identitas diri ini bisa berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), SIM ataupun tanda pengenal lainnya yang sah.

Kemudian mereka juga harus melampirkan surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon II bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Sementara bagi pegawai perusahaan harus mendapatkan tanda tangan dari Direksi ataupun Kepala Kantor bagi pegawai perusahaan.

Kemudian masyarakat yang ingin bepergian untuk keperluan bisnis juga harus menyertakan surat pernyataan dengan materai. Sedangkan bagi pegawai swasta atau non pemerintahan harus menyertakan surat pernyataan yang diketahui oleh lurah maupun Kepala Desa.

5. Penumpang Kereta Sepi

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengubah jadwal operasi Kereta Luar Biasa (KLB) menjadi dua hari sekali mulai 15 Mei 2020. Sejak beberapa hari ini, perseroan kembali menjalankan operasi kereta dengan syarat penumpang khusus.

“Penyesuaian jadwal ini menyesuaikan dengan perkembangan dan evaluasi di lapangan setelah 2 hari pengoperasian,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Joni menjelaskan, selama dua hari pengoperasian KLB, KAI telah melayani 148 penumpang dengan rincian 62 orang di hari pertama dan 86 penumpang di hari kedua.

“Okupansi pada dua hari pengoperasian hanya kurang dari 10% dari total kapasitas kereta,” ujarnya.

6. Kapal Penumpang Mulai Dioperasikan

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) akan kembali membuka operasional untuk mengangkut penumpang dengan syarat. Pelni telah menerima Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, No 4 Tahun 2020 dan Surat Edaran Dirjen Hubla, No 21 Tahun 2020.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni OM Sodikin mengatakan, manajemen saat ini tengah mempersiapkan kembali penjualan tiket bagi penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas. Rencananya kapal akan menuju Pelabuhan yang hingga saat ini belum ditutup bagi penumpang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini