Menperin Buka-bukaan soal Industri di Tanah Air Imbas Virus Corona

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 320 2215397 menperin-buka-bukaan-soal-industri-di-tanah-air-imbas-virus-corona-H62o7TVJOC.JPG Menperin (Foto: Dok Kemenperin)

JAKARTA - Industri manufaktur merupakan salah satu sektor di tanah air yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Selama ini, sektor industri menunjukkan kemampuannya menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk itu, pemerintah mengajak semua pihak untuk memprioritaskan produk dalam negeri dalam belanja kebutuhannya.

“Dukungan terhadap industri dalam negeri dapat membantu sektor tersebut, termasuk di dalamnya industri kecil dan menengah (IKM), agar tidak terpuruk dalam kondisi sekarang,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Baca Juga: UMKM Jadi Pilar Ekonomi, Menko Luhut: Anda Memainkan Peran Penting

Menperin menambahkan, industri dalam negeri mampu bersaing dengan produk-produk impor. Namun demikian, sektor industri membutuhkan kepercayaan tinggi dari masyarakat agar dapat terus berproduksi. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Menperin yang juga sebagai Ketua Harian Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Timnas P3DN) mengharapkan berbagai pihak memberikan dukungannya agar produk-produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Saya harap melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, kita semua bisa memberikan kontribusi nyata dalam rangka memulihkan kembali perekonomian Indonesia,” ujar Agus.

Baca Juga: Izin Operasional Industri Dicabut jika Tidak Serahkan Laporan Aktivitas

Menperin juga meyakini, industri Indonesia mempunyai kemampuan dalam mengembangkan produk–produk yang dibutuhkan untuk menghadapi pandemi Covid-19, seperti ventilator.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, belum ada industri di Indonesia yang memproduksi ventilator, tetapi dalam waktu kurang dari tiga bulan, pemerintah bisa mendorong beberapa universitas untuk menjalin kerja sama dengan industri yang bisa memproduksi ventilator. Saat ini, klaster UGM (Universitas Gadjah Mada) yang bekerjasama dengan industri dalam negeri telah berhasil memproduksi ventilator high grade dengan teknologi tinggi.

“Ini artinya SDM kita mempunyai kemampuan untuk memproduksi produk-produk yang selama ini di impor dari luar negeri. Kita harus punya kepercayaan yang tinggi bahwa kita mampu memproduksi produk yang dibutuhkan di Indonesia secara mandiri,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini