Lebaran, Mendag Akui Harga Gula Masih Mahal

Hambali, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 320 2218902 lebaran-mendag-akui-harga-gula-masih-mahal-Zi80BENUcE.jpg Mendag Agus Suparmanto Sidak ke Pasar. (Foto: Okezone.com)

TANGERANG SELATAN - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengakui harga bawang merah dan gula masih di atar harga eceran tertinggi (HET). Hal tersebut usai dirinya meninjau beberapa pasar tradisional dan modern.

Dalam pengecekan harga sebelum Lebaran, sejumlah harga kebutuhan pokok terbilang normal. Meskipun untuk harga bawang putih dan bombai belum normal sepenuhnya, namun kini keduanya telah mengalami penurunan jauh dibanding harga sebelumnya.

Baca Juga: Mendag Ungkap 2 Penyebab Harga Gula Bisa Rp20.000/Kg

"Hari ini saya ke Pasar Senen, Pasar Serpong dan Pasar BSD. Harga-harga relatif stabil seperti harga ayam, harga daging sapi. Harga bawang putih dan bombai juga sudah jauh turun. Hanya dua komoditi yaitu bawang merah dan gula harganya masih di atas HET," kata Agus, di Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (24/5/2020).

Kendati demikian, Mendag mengklaim harga bawang merah dan gula sudah cenderung dapat dikendalikan dengan digelarnya Operasi Pasar (OP). Saat ini harga rata-rata gula secara nasional telah mengalami penurunan sebesar 10,38%, dibandingkan dengan bulan lalu sehingga saat ini menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Baca Juga: Menanti Penurunan Harga Gula dengan Operasi Pasar dan Impor, Ini 8 Faktanya

"Kebijakan OP gula ini yang telah dilaksanakan di sejumlah pasar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kota Tangerang, Bogor, Serang, dan Jakarta ini mampu untuk memotong distribusi yang panjang, dan menekan laju melonjaknya harga gula ini, kendati belum semuanya tertekan," imbuhnya.

Dilanjutkannya, langkah mempercepat penambahan pasokan sangat penting untuk mengendalikan harga. Untuk itu, pemerintah selalu berkoordinasi dengan produsen sampai tingkat distributor untuk bisa membuat harga gula di pasaran normal kembali.

"Kami membuat kesepakatan dengan produsen agar menjual gula ke distributor paling mahal Rp11.200 perkilo. Harapan kami distributor akan menjual ke pengecer akhir paling tinggi adalah Rp12 ribu perkilo. Dengan demikian ritel modern dan para pengecer di pasar-pasar bisa menjual gulanya dengan HET," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini