Mendag Ungkap 2 Penyebab Harga Gula Bisa Rp20.000/Kg

Hambali, Jurnalis · Minggu 24 Mei 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 320 2218899 mendag-ungkap-2-penyebab-harga-gula-bisa-rp20-000-kg-rbcjLIeznX.jpg Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto: Okezone.com)

TANGERANG SELATAN - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan penyebab tingginya harga gula utamanya di pasar tradisional. Ada 2 hal, pertama, soal pasokan gula impor yang terhambat lantaran situasi pandemi Covid-19 global dan kedua, akibat mundurnya waktu produksi penggilingan gula.

"Ada 2 hal tadi, pertama mengenai jadwal impor ini ada yang mundur, kemudian juga penggilingan gula ini mundur dr april sampai juni," ujarnya, di Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (24/5/2020).

Baca Juga: Menanti Penurunan Harga Gula dengan Operasi Pasar dan Impor, Ini 8 Faktanya

Sedangkan untuk pasokan gula, mengalami perlambatan akibat panjangnya mata rantai distribusi hingga ke tingkat pedagang eceran. Kondisi demikian, dimanfaatkan pula bagi distributor nakal yang menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Memang Kementerian Perdagangan melakukan pengadaan melalui Dirjen PKTN (Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga) bersama Satgas Pangan untuk memantau dan melakukan penindakan kepada produsen atau importir serta distributor yang nakal ini, yang mempermainkan harga di situasi sekarang ini," jelasnya.

Baca Juga: Peringatan Mendag ke Pedagang, Jangan Jual Harga Gula di Atas Rp12.500/Kg!

Dikatakannya, hingga saat ini Kemendag telah memasok 3.200 ton gula ke beberapa Kota seperti Tangsel, Bogor, Tangerang, serta DKI Jakarta. Lalu ada penambahan pengamanan 300 ton stok gula di Malang, Jawa Timur, dan penambahan dari hasil pengawasan 33 ribu ton gula di Lampung.

"Total 36.500 ton. Tadi pagi saya menyalurkan 2 ton gula pasir ke pasar Induk Senen, DKI Jakarta. Sehingga memastikan untuk stok gula di DKI cukup dengan harga terjangkau, termasuk pasar BSD dan Serpong sehingga terjangkau pada lebaran besok," tukasnya.

Sementara iut, Wali Kota Airin Rachmi Diany mengakui, bahwa harga gula sebelum ada intervensi pasar gula Kemendag melampaui HET, yaitu di kisaran Rp18.500 hingga Rp20.000 per kilogram. Padahal harga normalnya adalah Rp12.500 pe kg.

"Jadi sebelum ada operasi pasar tadi saya cek, ada harga sekitar Rp18.500, Rp19.000 dan Rp20 ribu untuk gula pasir. Tapi karena ada intervensi dari Pak Menteri maka harganya menjadi Rp12.950 perkilo. Ini sangat membantu bagi masyarakat menjelang lebaran," ucap Airin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini