Bongkar Barang Pelindo I Turun 12,7% di Tengah Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Mei 2020 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 320 2219165 bongkar-barang-pelindo-i-turun-12-7-di-tengah-covid-19-UDPE9eIFkp.jpg Bongkat Muat Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Pelindo I)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) mencatat arus kunjungan kapal sebanyak 17.613 call, naik 14,88% dibanding kuartal I-2019 sebanyak 15.331 call. Angka tersebut sebanding dengan 39.111.260 GT (Gross Tonnage) atau tumbuh 30,26% dibanding dengan periode yang sama dengan tahun lalu sebesar 30.025.908 GT.

Realisasi bongkar muat peti kemas hingga Maret 2020 sebesar 265.755 box meningkat 2,82% dibandingkan realisasi dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 258.462 box. Peningkatan tersebut setara dengan 327.742 TEUs (Twenty Foot Equivalent Units) yang tumbuh 3,13% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 317.808 TEUs.

Baca Juga: Strategi IPC Hadapi New Normal di Tengah Pandemi Corona

“Bongkar muat peti kemas selama kuartal I tahun 2020 terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun 2019," ujar SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo I Imron Eryandy, dalam keterangannya, Senin (25/5/2020).

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan terutama untuk kegiatan peti kemas dalam negeri, kegiatan bongkar muat peti kemas sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri di TPK Perawang yang berlokasi di Cabang Pekanbaru, dan juga meningkatnya bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai dan Tanjungpinang.

Baca Juga: 5 Fakta Perombakan Direksi Pelindo II, Arif Suhartono Jadi Dirut Baru

Sementara itu, trafik bongkar muat barang pada kuartal I ini sebesar 9.479.541 Ton turun 12,78% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 10.868.240 Ton.

Menurutnya, penurunan ini disebabkan pandemi Covid-19 di sejumlah negara sehingga mengakibatkan berkurangnya bongkar muat general cargo pada cabang Pelabuhan Belawan, Tanjungpinang, dan Pekanbaru serta menurunnya permintaan ekspor komoditi CPO.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini