Satgas Pangan Telah 17 Kali Tindak Distributor Gula 'Nakal' Selama Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 320 2219836 satgas-pangan-telah-17-kali-tindak-distributor-gula-nakal-selama-covid-19-IYNEE1Cauo.jpg Gula (Reuters)

JAKARTA - Satgas Pangan Polri telah melakukan 17 kali penindakan terhadap distributor maupun pedagang yang memainkan harga gula di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, penindakan ini baru sebatas peringatan bagi pihak-pihak itu, agar seterusnya menjual gula sesuai harga acuan Rp 12.500/kg ke masyarakat.

 Baca juga: Harga Gula Masih Mahal, Mendag Gelar Operasi Pasar di Bekasi

"Selama pandemi ini, kami sudah melakukan penindakan sebanyak 17 kali. Namun penindakan ini sementara kami mendahulukan tindakan koordinasi, pembelajaran-pembelajaran bagi para pedagang, pengusaha, distributor yang memainkan harga," ujar dia, Selasa (26/5/2020).

Dia juga memastikan Satgas Pangan Polri akan memberikan tindakan dan tegas bagi para distributor yang nakal usai pandemi virus corona. "Jadi, setelah pandemi ini, kami akan melakukan tindakan tegas," ungkap dia.

 Baca juga: Mendag Ungkap 2 Penyebab Harga Gula Bisa Rp20.000/Kg

Dia menjelaskan, dengan seluruh upaya pemerintah mengguyur gula ke pasar-pasar, seharusnya harga gula sudah turun. Tapi masih ada harga gula di Pasar Induk Bekasi masih tembus Rp18.000/kg.

"Tadi kita cek ada Rp 17.000-18.000/kg di Pasar Bekasi. Sekarang dilakukan operasi pasar untuk mengerek turun harga ini," tandas dia.

Seperti diketahui, ada beberapa penyebab harga gula pasir masih tinggi, mulai dari kemunduran musim giling tebu, terhambatnya impor karena lockdown, mata rantai distribusi yang panjang, hingga permainan nakal oleh distributor.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini