Selain Transportasi, Tompi Usul Jam Kerja New Normal untuk Perkantoran

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 320 2219994 selain-transportasi-tompi-usul-jam-kerja-new-normal-untuk-perkantoran-LBiFzIsQ0k.jpg Jakarta (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan segera membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi dengan isitilah new normal. Hal ini dilakukan untuk menggerakan kembali roda perekonomian yang sempat melambat akibat virus corona.

Untuk menghadapi situasi new normal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi fokus pemerintah. Salah satunya adalah pengaturan dan operasional transportasi.

 Baca juga: Soal New Normal, Menteri Erick: Mau Tidak Mau Sistem Bekerja Tak Seperti Biasanya

Selain itu, pemerintah juga perlu mengatur jam kerja dari para karyawan. Mengingat, saat ini kondisi yang sedang dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia sedang tidak normal.

Penyanyi Tompi mengatakan, pemerintah perlu juga mengatur jam kerja karyawan pada situasi new normal ini. Saat ini, pemerintah hanya mengatur jam operasional dari transportasi umum sedangkan jam kerja karyawan masih sama seperti situasi normal.

 Baca juga: Kepastian Pembukaan Kegiatan Usaha di Jakarta Akan Ditentukan 4 Juni 2020

"Perlu di-synchronize terutama berhubungan pelaksanaan transportasi massal itu harus disinergikan jam kerja. Otomatis kebutuhan orang transportasi nggak berkurang tapi kebijakan jam kerja seperti sekarang nggak akan cukup, karena kalau jam kerja diatur lebih mudah," ujarnya saat bincang-bincang bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (26/5/2020).

Menurut pria yang juga berporfesi sebagai Dokter kecantikan itu, jika tak ada pengaturan jam kerja makia akan terjadi lonjakan penumpang di transportasi umum. Sedangkan kuota yang ditetapkan, dan juga protokol yang dijalankan sama dengan saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kalau semuanya kerjanya mulai jam 8 pagi otomatis orang akan sebelumnya. Dengan kuota sama besar, tapi dilakukan sosial distancing nggak akan cukup, akhirnya orang akan berantem, akan kisruh juga. Kalau misalnya jam kerja dibagi ada yang masuk jam 7, jam 10, jam 4 sore sehingga populasinya terbagi," jelas Tompi.

 Baca juga: Erick Thohir Sebut Hanya 10% Kinerja Perusahaan BUMN Tahan Covid-19

Meskipun begitu, Tompi mengaku mendukung rencana pemerintah untuk menggerakan kembali roda perekonomian. Namun dirinya menitipkan pesan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan roda ekonomi.

"Langkahnya roda ekonomi harus berjalan tanpa mengorbankan nyawa. Langkah apa sih yang sedang dilakukan? Kalau pun akan dijalankan kembali, penanganannya seperti apa," kata Tompi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini