Kemenhub Akui Tak Punya Pengalaman Atur Lalu Lintas Mudik saat Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 320 2220433 kemenhub-akui-tak-punya-pengalaman-atur-lalu-lintas-mudik-saat-pandemi-covid-19-QK1Bh4exuQ.jpg Mudik (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyebut ada hal yang cukup unik pada mudik lebaran tahun ini. Sebab yang biasannya selalu membuat arus lalu lintas lancar, namun pada kesempatan ini justru diminta untuk melakukan penyekatan.

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Sigit Irfansyah mengatakan, pihaknya mengaku tidak memiliki pengalaman untuk melakukan penyekatan pada kendaraan yang akan mudik ke kampung halaman. Namun tidak mau, hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Mau ke Jakarta Lewat Jalur Darat Harus Siapkan SIKM

"Berdasarkan hasil kita gak punya pengalaman sama sekali di lapangan. Selama ini caranya gimana melancarkan, sekarang nyekat," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (27/5/2020).

Penyekatan tak hanya dilakukan pada arus mudik saja, kini pemerintah tengah melakukan pengetatan pada arus balik lebaran. Hal ini untuk mengantisipasi masyarakat yang melakukan mudik colongan.

mudik

Menurut Sigit, salah satu bentuk pengetatan tersebut adalah dengan cara masyarakat harus menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi yang ingin kembali ke wilayah Jabodetabek. Apalagi saat ini, angka penyebaran virus corona di wilayah Jabodetabek sudah menurun.

Nantinya lanjut Sigit, pihak kepolisian bersama dengan Kementerian Perhubungan akan memperluas titik penyekatan. Semula, titik penyekatan hanya dilakukan di 11 titik saja kini diperluas menjadi 16 titik.

"SIKM memang kalau bicara DKI Jakarta masuknya Jabodetabek, ada 11 titik penyekatan, awalnya 16," ucapnya.

Baca juga: Menperin Agus Gumiwang: Silaturahmi Tak Boleh Berhenti karena Covid-19

Menurut Sigit, di titik-titik itulah seluruh kendaraan akan ditanyakan mengenai SIKM. Bagi mereka yang tidak memiliki SIKM pun langsung dilakukan penindakan dengan diminta untuk putar balik.

"Intinya bahwa bicara penyekatan barusan berhenti GT cileunyi hanya memilah, jangan sampai kendaraan berat, beban di Jabodetabek lebih ringan, semua kendaraan plat B ditanya punya SIKM, gak punya suruh putar balik. Semua tempat sudah mulai ditanyakan," jelas Sigit.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini