BKPM: Di Sektor Manufaktur, Industri Makanan Paling Diminati

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 320 2220565 bkpm-di-sektor-manufaktur-industri-makanan-paling-diminati-hPyHTWCja8.jpg Industri makanan (Foto: Youtube)

JAKARTA - Sektor manufaktur mengalami tantangan sekaligus lompatan yang besar di era kemajuan teknologi digital dan internet. Ada 5 sektor industri yang menjadi tulang punggung Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, otomotif, kimia serta elektronik.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama 5 tahun terakhir (2015 – Triwulan I 2020) realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp1.348,9 triliun. Sektor utama yang paling diminati dan menjanjikan adalah industri makanan yang investasinya mencapai Rp293,2 triliun dengan persentase total investasi sebanyak 21,7%.

 industri makanan

Baru disusul oleh industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan triwulan I 2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun.

Selanjutnya, industri kimia dan farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun.

Baca juga: Imbas Covid-19, BKPM Cari Investasi yang Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Indriani mengatakan, sektor manufaktur berpotensi besar untuk jauh lebih meningkat. Dengan adanya kemajuan teknologi dan internet, proses produksi akan lebih efisien.

Baca juga: Kepala BKPM Ajukan Relaksasi untuk Investasi dari Dalam dan Luar Negeri

Di samping itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN.

“Angka-angka ini menjadi refleksi bahwa tidak bisa dipungkiri jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman. Diantara dua sektor lainnya di atas, hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA," ujar Farah.

Ini, lanjutnya, membuat kita yakin bahwa industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia. Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada 5 tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi, namun secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 3% per tahun dan tetap berada pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder.

Pada tahun 2017, industri makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp64,8 triliun. Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar pada 5 tahun terakhir meskipun tidak selalu menjadi yang teratas, menunjukkan potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11% per tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini