Intip Peluang Ekspor RI dalam Kondisi New Normal

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 320 2221372 intip-peluang-ekspor-ri-dalam-kondisi-new-normal-UTnriZq9TX.jpg Ekspor-Impor di Pelabuhan (Foto: Okezone.com/Pelindo 3)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai adanya kesempatan bagi sektor riil Tanah Air untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan kapasitas ekspor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi dalam kondisi new normal yang mulai berlaku di berbagai negara.

Hal ini juga didukung ketersediaan likuiditas dan aspek permodalan yang cukup di perbankan saat ini. Demikiand dikutip dalam keterangan OJK, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Ekspor Pertanian Tetap Naik di Tengah Covid-19

Dalam upaya memitigasi dampak pelemahan ekonomi dan menjaga ruang untuk peran intermediasi sektor jasa keuangan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus lanjutan.

Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan April 2020 tumbuh sejalan dengan perlambatan ekonomi. Kredit perbankan tumbuh sebesar 5,73% yoy, sementara piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 0,8% yoy.

Baca Juga: Naik Dua Kali Lipat, RI Ekspor 34,7 Ribu Ton Manggis ke China

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,08% yoy. Pada April 2020, industri asuransi berhasil menghimpun pertambahan premi sebesar Rp15,7 triliun.

Sampai 26 Mei 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai Rp32,6 triliun dengan 22 emiten baru. Di dalam pipeline telah terdapat 67 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp31,6 triliun.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada April 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 2,89% (NPL net Bank Umum Konvensional (BUK) 1,09%) dan Rasio NPF sebesar 3,25%.

Risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,62%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.

Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Permodalan lembaga jasa keuangan terjaga stabil pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio BUK tercatat sebesar 22,13% serta Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 651% dan 309%, jauh diatas ambang batas ketentuan sebesar 120%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini