Tidak Ada Kegiatan Pembangunan Infrastruktur 5 Kawasan Pariwisata yang Dihentikan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 320 2221495 tidak-ada-kegiatan-pembangunan-infrastruktur-5-kawasan-pariwisata-yang-dihentikan-tPbSgeenYq.jpg Taman Kuta Mandalika. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pekerjaan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado - Likupang. Pengerjaan ini untuk mendukung sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal) di tengah pandemi virus corona.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi Covid-19, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Pariwisata Dibuka Kembali, Presiden Jokowi: Tidak Usah Tergesa-gesa

Adapun Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,82 triliun untuk pembangunan infrastruktur di 5 KSPN Prioritas tersebut yang dilaksanakan sejak 2019 hingga 2021.

Rinciannya, TA 2019 sebesar Rp1,67 triliun, TA 2020 sebesar Rp 4,19 triliun dan TA 2021 sebesar Rp 2,96 triliun. TA 2021 merupakan paket lanjutan Multi Years Contract (MYC) karena rekomposisi MYC dan perubahan dari Single Year Contract (SYC) ke MYC.

Baca Juga: Pariwisata Akan Dibuka Kembali, Ini Tugas Wishnutama dari Presiden Jokowi

Untuk tahun 2020 anggaran sebesar Rp4,19 triliun dialokasikan untuk 190 kegiatan, yaitu Danau Toba 70 kegiatan senilai Rp1,38 triliun, Borobudur 32 kegiatan senilai Rp1 triliun, Mandalika 21 kegiatan senilai Rp 600 miliar, Labuan Bajo 42 kegiatan senilai Rp870 miliar dan Manado - Likupang 25 kegiatan senilai Rp320 miliar. 33% dari 190 kegiatan sudah dimulai konstruksi fisiknya setara dengan Rp1,47 triliun.

Sementara kegiatan swakelola berjalan mencapai 19% senilai Rp 1,32 triliun untuk pembebasan lahan dan rumah swadaya. Sedangkan proses lelang berjalan mencapai 48% senilai Rp1,39 triliun.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini