Proyek Konstruksi di 5 Kawasan Pariwisata Prioritas Capai 33%

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 22:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 320 2221499

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat progres konstruksi fisik pada pembangunan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas, telah mencapai 33%. Adapun 5 kawasan tersebut, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado – Likupang.

Mengutip data Kementerian PUPR, untuk 2020 anggaran yang dialokasikan untuk 5 KSPN sebesar Rp4,19 triliun. Dana tersebut diperuntukan untuk untuk 190 kegiatan, yaitu Danau Toba 70 kegiatan senilai Rp1,38 triliun, Borobudur 32 kegiatan senilai Rp1 triliun, Mandalika 21 kegiatan senilai Rp 600 miliar, Labuan Bajo 42 kegiatan senilai Rp870 miliar dan Manado - Likupang 25 kegiatan senilai Rp320 miliar.

Baca Juga: Pariwisata Akan Dibuka Kembali, Ini Tugas Wishnutama dari Presiden Jokowi

33% dari 190 kegiatan sudah dimulai konstruksi fisiknya setara dengan Rp1,47 triliun.

Sementara kegiatan swakelola berjalan mencapai 19% senilai Rp1,32 triliun untuk pembebasan lahan dan rumah swadaya. Sedangkan proses lelang berjalan mencapai 48% senilai Rp1,39 triliun.

Infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata.

Baca Juga: Pariwisata Dibuka Kembali, Presiden Jokowi: Tidak Usah Tergesa-gesa

Di samping itu, berkaitan dengan Pandemi COVID-19 terdapat beberapa masukan Standar Protokol Keamanan dan Keselamatan Terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya. Kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan di area- area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini