Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Laku, Pedagang Obral Selongsong Ketupat meski Merugi

Taufik Budi , Jurnalis-Minggu, 31 Mei 2020 |14:31 WIB
Tak Laku, Pedagang Obral Selongsong Ketupat meski Merugi
Ketupat (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)
A
A
A

SEMARANG - Pedagang selongsong ketupat banyak merugi karena sepinya pembeli di pasar-pasar tradisional kota Semarang Jawa Tengah. Mereka pun mengobral barang dagangannya hingga Rp5 ribu per ikat, agar tak kian merugi.

Tujuh hari pasca-Lebaran Idul Fitri, masyarakat Jawa memiliki tradisi merayakan Lebaran Ketupat. Untuk itulah banyak warga yang menjadi pedagang selongsong ketupat dadakan, di pasar-pasar tradisional Kota Semarang.

 Baca juga: Terlanjur Beli Tiket Pesawat Tapi Tak Punya SIKM, Bos Garuda: Bisa Refund dan Reschedule

Di antaranya di Pasar Jatingaleh Semarang. Terdapat sejumlah pedagang selongsong ketupat yang menempati beberapa bagian pasar mulai, di lapak-lapak, los, hingga menumpang halaman parkir. Mremo atau berdagang dadakan, yang dilakukan tiap tahun untuk.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement