Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Laku, Pedagang Obral Selongsong Ketupat meski Merugi

Taufik Budi , Jurnalis-Minggu, 31 Mei 2020 |14:31 WIB
Tak Laku, Pedagang Obral Selongsong Ketupat meski Merugi
Ketupat (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)
A
A
A

“Saya dijual obral. Terserah nanti yang mau nawar berapa. Daripada kebuang tidak dipakai, diobral saja. Biar masih bisa manfaat bagi orang lain, dan kita juga tak semakin rugi,” lugasny sembari mengikat selongsong ketupat.

Penuturan serupa disampaikan Darmin, warga Mranggen Demak. Dua hari terakhir dia bersama istri menggelar tikar di halaman parkir. Tangan mereka sibuk merangkai janur menjadi ketupat. Sangat terampil gerakannya, meski tanpa melihat namun kurang dari dua menit selongsong ketupat telah siap dijual.

“Sudah sejak lama menjadi pedagang ketupat begini. Biasanya pasar sini ramai, tapi kok kali ini sangat sepi. Mungkin ini baru kejual 10 ikat. Kalau rugi ya pasti lah,” ungkapnya diselingi senyum getir.

Dia mengaku mendapatkan janur atau daun muda pelepah kelapa itu bukan perkara mudah. Pada pedagang harus mendatangkan dari luar daerah seperti Salatiga dan Ambarawa. Sebab, banyak pohon kelapa mati akibat diserang hama.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement