Mengintip Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi di Tengah Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 320 2222738 mengintip-peluang-ekspor-industri-pakaian-jadi-di-tengah-covid-19-55pce3Fn4W.jpg Kegiatan di Pabrik Tekstil (Foto: Reuters)

JAKARTA - Industri pakaian jadi merupakan salah satu sektor manufaktur yang perlu didorong untuk tetap produktif dan berdaya saing. Sebab, sektor unggulan tersebut masih menjadi salah satu kontributor terbesar bagi pertumbuhan industri manufaktur, yang terlihat dari catatan nilai ekspor sebesar USD8,30 miliar pada tahun 2019.

Saat ini, industri pakaian jadi mengalami penurunan permintaan akibat dampak pandemi Covid-19. Namun demikian, peluang ekspornya masih terbuka, termasuk dengan adanya permintaan tinggi bagi produk garmen yang dibutuhkan dalam penanganan wabah virus korona tersebut.

Baca Juga: Ekspor Pertanian Tetap Naik di Tengah Covid-19

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, industri garmen memberikan kontribusi besar dalam upaya penanggulangan Covid-19. “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan garmen yang turut memproduksi alat pelindung diri (APD) yang menjadi pasokan perlindungan diri yang dibutuhkan tenaga medis,” ungkapnya dilansir dari laman Kemenperin, Senin (1/6/2020).

Perusahaan yang dikunjungi Menperin tersebut saat ini memproduksi APD berupa coverall atau protective suite dengan kapasitas 12 juta pieces per bulan dan surgical mask sebanyak 6 juta pieces per bulan. Menurut Menperin, produksi tersebut turut membantu pemerintah dalam suplai kebutuhan perlindungan tenaga medis.

Baca Juga: Naik Dua Kali Lipat, RI Ekspor 34,7 Ribu Ton Manggis ke China

Di samping itu, pasar ekspor khususnya di Amerika Serikat sudah bisa diakses kembali. Sehingga industri pakaian jadi bisa dipacu untuk melakukan produksi yang memberikan nilai tambah di dalam negeri. “Kami baru saja mendapat laporan tentang dibukanya kembali pasar ekspor, walaupun kuantitasnya belum sepenuhnya pulih,” papar Menperin.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini