JAKARTA - Bos perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Merck, Kenneth Frazier ikut bersuara atas kematian tahanan kulit hitam di tangan polisi AS. Apalagi pembunuhan Geroge Floyd menimbulkan unjuk rasa di berbagai negara bagian AS.
CEO Merk Kenneth Frazier mengatakan, apa yang terjadi pada George Floyd oleh komunitas Afrika-Amerika dilihat sebagai peristiwa di mana pria Afrika-Amerika ini diperlakukan sangat tidak manusiawi.

"Pria Afrika-Amerika itu, bisa jadi saya, atau pria Afrika-Amerika lainnya," ujar Frazier.
Baca juga: Bos Perusahaan Farmasi: Uji Klinis Vaksin Butuh Waktu Lama
Seperti dilansir dari Forbes, Selasa (2/6/2020), meskipun saat ini Amerika tidak lagi memiliki undang-undang yang memisahkan orang-orang berdasarkan ras. Namun fakta di lapangan cukup berbeda.
Baca juga: Sedihnya Toko-Toko di AS, Terkena Dampak Pandemi Covid-19 hingga Penjarahan
"Sesungguhnya kami masih memiliki kebiasaan, memiliki kepercayaan, dan kami masih memiliki kebijakan dan praktik yang mengarah pada ketidakadilan," ujar Frazier.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.