Keluhan Pengusaha Mamin saat Lebaran: Tidak Menghasilkan Apa-Apa

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 320 2223921 keluhan-pengusaha-mamin-saat-lebaran-tidak-menghasilkan-apa-apa-BvtTfesXLQ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman (mamin) akan turun menjadi di kisaran 4%-4,5% akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Gapmmi: Pengusaha Tidak Lagi Mikir Untung Rugi

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman pada acara IDX Channel hari ini. Menurutnya bulan Ramadhan dan Lebaran kemarin yang biasanya meriah tidak mampu mendongkrak pertumbuhan industri mamin tahun ini.

"Jadi pada semester kedua ini, kami berpikir bagaimana membuat meriah, karena momen Lebaran tidak menghasilkan apa-apa," ujar dia, Rabu (3/6/2020).

Baca Juga: Jadi Sektor Andalan, Menperin Optimistis Industri Mamin Tumbuh di Tengah Covid-19

Dia juga berharap setelah bulan Desember, akan ada festive season atau musim perayaan. Sebab libur bersama di bulan Desember yang diharapkan bisa meningkatkan permintaan.

"Kami juga merencanakan untuk mengulang pasar rakyat di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk menggairahkan ekonomi," jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, penjualan saat musim festive biasanya meningkat hingga 30% dibandingkan rata-rata penjualan normal bulanan.

"Kami biasanya mendata 2 bulan sebelum Lebaran dan saat Lebaran, kali ini datanya belum keluar. Namun hasil pantauan kami ke anggota bervariasi, ada penurunan yang berkisar dari 15%-50%. Maka itu apabila dirata-rata, penjualan menurun secara year-on-year (yoy) sebesar 20-30%. Jatuhnya flat," ungkap dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini