Mendes PDTT: New Normal Kuncinya Hanya 3 Aspek

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 10:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 06 320 2225426 mendes-pdtt-new-normal-kuncinya-hanya-3-aspek-5oyIfHlKOT.jpg Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (Okezone)

JAKARTA - Memasuki new normal, perlu membuat banyak perubahan agar tetap produktif tapi aman Covid-19. Tak terkecuali di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri mengatakan, new normal kuncinya hanya ada 3 aspek. Yakni mencuci tangan, memakai masker, juga menjaga jarak.

 Baca juga; Pengembang dan Perbankan Diminta Siapkan Transaksi Online untuk Perumahan

"New normal kuncinya ada 3. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Jadi di kantor, di masjid, dan dimanapun pada dasarnya inti dari kehidupan new normal adalah melaksanakan ketiga poin tersebut," ujar Gus Menteri dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (5/6/2020) kemarin.

Sebelumnya, Gus Menteri memaparkan, sebelum terjadinya pandemi, ia melihat masyarakat masih banyak yang belum tertib saat antre. Seperti naik kereta yang berebut, naik angkot yang berdesakan, semua tidak menerapkan budaya antre.

 Baca juga: New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan

Namun dengan adanya tatanan kehidupan baru atau new normal ini, akan membawa perubahan positif. Bahkan terhadap seluruh lapisan masyarakat.

"Dulu kalau kita lihat orang-orang seringkali tidak menerapkan budaya antre saat ingin naik kendaraan umum. Dengan adanya tatanan new normal ini, diharapkan masyarakat dapat terbiasa melaksanakan budaya antre karena sudah terbiasa menerapkan physical distancing," ujar Gus Menteri.

Sementara itu, dia juga berharap bahwa penerapan new normal kedalam sendi-sendi kehidupan masyarakat bukan hanya sekedar perubahan disiplin. Tetapi juga mampu menjadi suatu standar sikap dan budaya.

"Kalau kita memiiki kedisiplinan saya yakin Indonesia akan jauh beda dengan negara lain karena rakyatnya ramah, tertib, dan juga disiplin. Selama ini Indonesia mungkin rakyatnya ramah tetepi tidak disiplin. Untuk itu kita berharap dengan new normal merupakan suatu yang baik -baik, kita tingkatkan jadi yang lebih baik," pungkasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini