Jumlah Pasien PDP Lebih Kecil dari Kota, Desa Siap Terapkan New Normal

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 320 2225439 jumlah-pasien-pdp-lebih-kecil-dari-kota-desa-siap-terapkan-new-normal-n1mCRkVBki.jpg New Normal (Shutterstock)

JAKARTA - Desa siap menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. Hal ini karena disiapkan protokol tanggap covid-19.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Desa PDTT, Ifan Novik Augusta mengatakan, optimis karena Kementerian Desa merupakan salah satu lembaga proaktif dalam menyusun protokol tanggap Covid-19.

Ia mengatakan, dari sekira 180 ribu orang yang dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP), korban positif Covid-19 tidak sampai 500 orang.

 Baca juga: Mendes PDTT: New Normal Kuncinya Hanya 3 Aspek

"Sudah sekitar 180 ribu orang ODP yang dilakukan oleh desa dan itu enggak mungkin berjalan sampai segitu kalau enggak disiapkan dari awal. Yang menarik saat ODP bisa dikelola desa, yang positif hanya ratusan dibandingkan dengan data positif Covid-19 di Indonesia yang mencapai 29 ribuan, di Desa tidak sampai 500, berarti sisanya ada di kota," jelasnya melalui telekonferensi pada Jumat (5/6/2020).

Sehingga, lanjut Ifan, jika saat ini ada kebutuhan new normal yang harus diterapkan, desa-desa siap untuk melaksanakan. Terebih jumlah korban virus corona di desa tak lebih banyak jika dibandingkan dengan di kota.

 Baca juga: Pengembang dan Perbankan Diminta Siapkan Transaksi Online untuk Perumahan

"Apakah data di desa cukup kecil sehingga bisa new normal? Ya, karena jauh lebih kecil dibanding kota," tambahnya.

Ia pun menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan berbagai aturan sehingga angka positif virus corona bisa lebih kecil dibanding di kota. Salah satunya adalah mengenai pelarangan mudik jelang lebaran beberapa minggu lalu.

"80% meminta warga desa untuk tidak mudik, nah itu punya hasil juga seperti ini. dari sisi data kita yakin bisa," tuturnya optimis.

Sementara itu, Kementerian Desa juga telah mengeluarkan kebijakan bagi warga terdampak Covid-19 dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Adapun penerima BLT Desa adalah warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena Covid-19 dan belum mendapat apapun dari kebijakan pemerintah seperti, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non tunai dan segala bentuk jaring pengaman sosial yang ada.

Pembagian BLT Dana Desa dibagi menjadi dua tahap yakni BLT Desa di 3 bulan pertama. Dengan rincian tiga bulan pertama sebesar Rp600.000 per KPM per bulan dan tiga bulan berikutnya Rp300.000 per KPM per bulan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini