JAKARTA - Pasokan beras Indonesia diprediksi makin tergerus. Hal ini dikarenakan dampak virus Corona atau Covid-19.
Pengamat Pertanian Bustanul Arifin mengatakan, pasokan beras Indonesia pada bulan Juni 2020 sudah mulai menipis, yakni 1,5 juta ton. Bahkan hingga Agustus pasokan beras akan menggerus di masyarakat.
Baca juga: Petani di Asia Rambah Pasar Digital untuk Jual Hasil Panen
"Selanjutnya titik kritis akan terjadi pada bulan November-Januari 2021," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).
Sementara itu, Pengamat ekonomi Hermanto Siregar menyarankan agar pemerintah agar memanfaatkan semua potensi yang ada diantaranya memanfaatkan lahan pekarangan rumah, lahan pasang surut dan lahan tidak produktif. Hal ini untuk menjaga pasokan pangan hingga Februari 2020.
Baca juga: Hadapi Covid-19, Greenhouse hingga Open Field Jadi Inovasi di Sektor Pertanian
Selanjutnya, dirinya mengatakan, perlu memberikan stimulus yang lebih jelas dan efektif. Contohnya, memberikan benih dan pupuk bagi petani.
“Skenario yang dapat dilakukan untuk menyerap tenaga kerja adalah menumbuhkan sektor pertanian di desa dengan menggunakan inovasi dan teknologi padat karya, melakukan pengolahan dan prosesing untuk menambah nilai tambah di setiap komoditas. Terdapat banyak sektor yang dapat dijadikan tumpuan untuk menghidupkan sektor lainnya, “ paparnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.